Sri Mulyani Peringatkan Masyarakat RI: Waspadai Hal-Hal Ini

JAKARTA, BERNAS.ID – Krisis akibat pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung dua tahun lebih, relatif berhasil dilalui oleh Indonesia dengan baik.
Roda perekonomian pun mulai kembali bergerak menuju pemulihan seiring dengan penanganan kondisi pandemi yang makin membaik.
Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan, masih terdapat beberapa hal yang harus diwaspadai.
Hal itu berasal dari faktor eksternal yang berasal dari luar negeri.
Sebab, negara-negara dengan perekonomian yang berpengaruh di dunia akan mempengaruhi ekonomi Tanah Air.
“Spill over dari negara-negara advance dari ekonomi maupun aturan yang diadopsi mereka,” jelas Sri Mulyani dalam Soft Launching Buku: Keeping Indonesia Safe From COVID-19, dikutip Senin (8/8/2022).
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Baca juga: Sri Mulyani Siapkan Anggaran PEN Rp 414 Triliun Tahun Depan
Selain itu, lanjutnya, Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa Indonesia juga dapat terkena imbas dari geopolitik global, bukan hanya dari perang Rusia-Ukraina.
Namun juga isu perang yang makin mendekat dari China-Taiwan.
“Perang dan geopolitik lebih sulit diprediksi,” tegas Sri Mulyani.
Selanjutnya, Sri menyebutkan, yang harus diwaspadai berikutnya adalah perubahan iklim.
Dia menyebutkan banyak negara yang mengalami kekeringan dan hingga saat ini tidak ada yang membantu.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolSelain itu, di India suhu mencapai 41 derajat celcius, termasuk juga di Eropa.
Baca juga: Sri Mulyani Marah Ke Grup Texmaco Karena Hal Ini
Ia mengingatkan agar tidak menganggap mudah perubahan iklim selain juga soal digital technology yang menjadi hal yang harus diwaspadai keempat.
Sebagai suatu negara yang terbuka, Indonesia harus perhatian dengan dinamika yang terjadi secara global yang memberikan dampak.
“Perubahan dari peraturan ekonomi, perubahan iklim, dan teknologi digital serta jangan lupa juga dengan demografi.
Demografi tidak bisa terus bertahan, jadi ini faktor yang permanen akan bersama kita,” tegas Sri.
Dengan demikian, Sri berharap orang bisa melihat hal-hal ini agar pertumbuhan ekonomi terjaga, apalagi Indonesia berhasil tumbuh mencapai 5,44%.
Ini menandakan ekonomi Indonesia ada di posisi yang bagus.
“Kita berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi 5,44%,” ungkap Sri Mulyani.
Pendorong utama ekonomi tumbuh melesat adalah konsumsi rumah tangga yang pertumbuhannya mencapai 5,51% dan distribusi 51,47%.
Didukung oleh adanya momen Ramadan dan Idulfitri.
Selanjutnya adalah pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh 3,07% atau distribusi 27,31% dan ekspor tumbuh 19,74% atau distribusi 24,6%.
Peningkatan ekspor disebabkan oleh lonjakan harga komoditas internasional, baik batu bara, nikel, tembaga hingga minyak kelapa sawit.
Sementara itu konsumsi pemerintah justru kontraksi 5,24%.
“Government spending kontraksi dua kuartal berturut-turut, bukan karena defisit mengecil,” terang Sri Mulyani.
Pada sisi lain, inflasi juga terjaga imbas kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi energi sebesar Rp 520 triliun.
Sehingga inflasi masih tertahan pada level 4,9%.
“Jadi Indonesia relatif in a good position,” tegas Sri Mulyani. (den)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Dan Ariely & Predictably Irrational: Mengubah Bias Konsumen Menjadi Cuan
Data Scientist: Profesi Paling Dicari dengan Gaji Tembus Rp 45 Juta/Bulan
Michael Porter & Competitive Advantage: Menggali Parit Pertahanan Bisnis
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di nasional
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda