Sebagai Wujud Nasionalisme Digital, Mahasiswa di Yogyakarta Ramai-ramai Pindah ke Aplikasi Jogjakita

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Fenomena baru tengah mengemuka di kalangan mahasiswa Yogyakarta.
Dalam beberapa pekan terakhir, lebih dari 3.000 mahasiswa di Jogja telah beralih menggunakan Jogjakita, aplikasi transportasi online lokal buatan anak daerah, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk asli Jogja.
Yang menarik, perpindahan ini tidak dipicu oleh promo besar-besaran.
Justru lahir dari kesadaran kolektif bahwa setiap pilihan harian termasuk soal transportasi dapat menjadi wujud nasionalisme digital.
“Ini bukan soal aplikasi mana yang lebih instan.
Ini soal siapa yang kita dukung.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifKami ingin uang yang kami keluarkan kembali ke masyarakat, bukan ke luar negeri,” ujar salah satu mahasiswa pengguna aktif Jogjakita.
Baca Juga : Panduan Daftar Menjadi Driver Gojek Motor dan Mobil, Ini Syarat dan Ketentuannya
Tanpa kampanye masif, tanpa gerakan formal, perubahan ini menyebar secara organik dari satu kos ke kos lain, dari tongkrongan ke tongkrongan.
Poster dan stiker bertuliskan “Transportasi Lokal, Pilihan Nasionalis” mulai terlihat di laptop, helm, dan kamar para mahasiswa.
“Selama ini kita bicara soal cinta tanah air.
Tapi di sisi lain, kita pakai aplikasi asing setiap hari. Sekarang, kami mulai dari yang paling sederhana: pindah aplikasi.
Karena perubahan besar itu dimulai dari hal kecil yang konsisten,” ujar seorang aktivis mahasiswa di Jogja.
Baca Juga : Menteri UMKM Apresiasi Jogja Signature yang Diinisiasi IKA Trisakti
Jogjakita, Lebih dari Sekadar Transportasi, Jogjakita adalah satu-satunya aplikasi transportasi di Jogja yang tidak mengambil potongan dari UMKM maupun driver.
Selain itu, Jogjakita juga menjalankan program sosial seperti ‘Kilometer Kebaikan’, yaitu layanan antar-jemput gratis bagi anak yatim setiap hari.
“Kami tidak punya iklan besar atau investor luar negeri.
Tapi kami punya keyakinan bahwa masyarakat Jogja sudah cukup dewasa untuk memilih mana yang benar-benar peduli,” kata Ibnu Sunanto, Founder Jogjakita. (cdr)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Strategi Cerdas Menguasai Ekonomi Digital 2045 Melalui Prodi Informatika UNMAHA
Prabowo Subianto Dorong Penguatan Alutsista Domestik, Gandeng BUMN Strategis
Cara Strategis Membangun Kedaulatan Digital Melalui Pendidikan Spesifik Standar Global
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di di yogyakarta
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda