Rekayasa Lalu Lintas Kleringan Diberlakukan, Jembatan Kewek Siap Dibangun Ulang Tahun Depan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta mulai memberlakukan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di Jalan Kleringan menuju Jembatan Kewek pada Rabu (10/12/2025).
Kebijakan ini diterapkan menyusul kondisi jembatan yang dinilai semakin ringkih dan membutuhkan pembatasan beban kendaraan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menjelaskan bahwa skema rekayasa lalu lintas tersebut telah dirumuskan sejak awal dan mendapat persetujuan Gubernur DIY.
“Ya sudah seperti skenario yang direncanakan semula dan sudah kita presentasikan juga di depan Ngarsa Dalem.
Sudah mendapatkan arahan dari Pak Gubernur untuk kemudian ditutup secara parsial,” ujar Hasto.
Menurutnya, akses Jembatan Kewek masih dapat dilalui kendaraan kecil, terutama motor, namun kondisional.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →“Kalau over capacity, misalnya saat malam Tahun Baru dan Natal, bisa kita kondisikan.
Jembatan sebelah sana jelas tanggulnya sudah ringkih.
Itu yang putus duluan, sehingga pemanfaatan harus minimal,” ungkapnya.
Hasto mengakui bahwa rekayasa ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Pemkot telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi.
“Kita sudah memasang portal-portal di Kridosono supaya kendaraan tinggi dan besar tidak masuk ke sini.
Kemudian di depan Gramedia juga mulai kita atur agar alur lalu lintas tidak terlalu membebani kawasan ini,” jelasnya.
Pemkot juga menyiapkan opsi penggunaan Lapangan Kridosono sebagai kantong parkir pada masa libur Natal dan Tahun Baru.
“Itu menjadi salah satu skenario ketika keadaan overload terjadi,” kata Hasto.
Baca juga: Pasang Baliho dan Bikin Mural, AFJ Ajak Konsumen Tanyakan Asal Telur McDonald’s Indonesia
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan atas kebijakan ini.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifIa menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.
“Ini langkah yang harus kita lakukan untuk menjamin keselamatan masyarakat, khususnya yang melewati Jembatan Kewek,” ujarnya.
Dishub memprediksi adanya perubahan pola perjalanan warga dalam beberapa hari ke depan.
“Sekarang masyarakat masih berharap jalur terdekat menuju Malioboro bisa lewat sini.
Tapi 1–2 hari lagi, potensi peningkatan arus justru terjadi di Simpang Kridosono dan simpang Gramedia,” jelas Agus.
Dishub juga mengamati kepadatan dari koridor Sudirman hingga Galeria, serta menyiapkan intervensi lalu lintas di Jalan Bausasran jika dibutuhkan.
“Jaringan jalan itu seperti organ tubuh, semua saling mengait.
Pasti ada masalah, tapi Insyaallah kami akan lakukan yang terbaik,” tegasnya.
Rekayasa lalu lintas ini akan berlangsung hingga proyek pembangunan Jembatan Kewek selesai.
Terkait waktu pelaksanaan, Agus menyebut hal itu menunggu kepastian proses pengadaan dan anggaran.
Sementara itu Kepala DPUPKP Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, memastikan Jembatan Kewek akan dibongkar total dan dibangun kembali pada 2026.
Proyek tersebut akan dibiayai melalui APBN dan dikerjakan oleh Kementerian PUPR.
“Pembangunan diperkirakan dimulai April 2026.
Januari masih review DED, kemudian proses tender.
Durasi pembangunan kurang lebih sembilan bulan,” jelasnya.
Secara teknis, kondisi jembatan yang telah berusia 101 tahun dinilai sudah rusak dan tidak lagi layak menahan beban lalu lintas.
“Memang harus direvitalisasi, dibongkar, dan dibangun kembali,” ujarnya.
Meski bukan termasuk bangunan cagar budaya, jembatan berada di kawasan cagar budaya sumbu filosofi sehingga fasadnya tetap harus disesuaikan.
“Kami masih konsultasi dengan Dinas Kebudayaan dan para ahli untuk penyesuaian desainnya,” tambah Umi.
Proyek pembangunan jembatan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp.19 miliar.
Model jembatan baru akan menggunakan konstruksi beton seperti saat ini, dengan penyesuaian fasad sesuai regulasi kawasan. (den)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
DPUPKP Sleman Fokus Pelihara Jalan Demi Mobilitas Masyarakat
PWI DIY dan UAD Perkuat Sinergi Penguatan Pers Pancasila
Kolaborasi AntarRumah Sakit Kunci Hadapi Dinamika Dunia Kesehatan yang Tidak Pasti
Sulteng Fokus Perbaiki 80 Ribu Rumah Tak Layak
Oleh-oleh Bakpia Pathuk 25 Paling Diminati Wisatawan di Libur Akhir Pekan
Gubernur Serukan Persatuan pada HUT Sulteng
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di daerah
Semantic Authority Linker
DPUPKP Sleman Fokus Pelihara Jalan Demi Mobilitas Masyarakat
PWI DIY dan UAD Perkuat Sinergi Penguatan Pers Pancasila
Kolaborasi AntarRumah Sakit Kunci Hadapi Dinamika Dunia Kesehatan yang Tidak Pasti
Kesenjangan Digital Jakarta: Jalan Emas Menuju Skill Remote Profitabel
Revolusi Remote Jakarta: Menjelajahi Potensi Tersembunyi di Era Digital
Diduga Langgar Aturan, Pabrik Kardus di Permukiman Cengkareng Bikin Warga Resah
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda