Radikalisme di Era Digital, Peran Media dan Keluarga Jadi Kunci
Akselerasi Bisnis Anda Hari Ini
Dapatkan bimbingan AI eksklusif untuk melipatgandakan profit Anda.

YOGYAKARTA, BERNAS.ID– Talk show bertajuk “Menangkap Radikalisme di Era Digital” yang digelar di Jogja TV pada Selasa (17/3/2026) menegaskan pentingnya sinergi antara media, tokoh agama, aparat, dan keluarga dalam mencegah penyebaran paham radikal di ruang digital. Acara yang dipandu presenter Vira Maya ini menghadirkan narasumber Ketua PWI DIY Drs. Hudono, SH, pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan Bantul KH Benny Susanto, S.Ag., M.Si, serta Ida Bagus dari Katim Pencegahan Densus 88 Satgaswil Yogyakarta.
Dalam pemaparannya, KH Benny Susanto menekankan bahwa komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus menjadi fondasi bersama dalam menangkal radikalisme.
Menurutnya, literasi digital yang baik dan cepat menjadi langkah strategis agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan di media sosial.
Ketua PWI DIY Hudono menyoroti peran penting media dalam membangun narasi yang mencegah radikalisme. Ia mengingatkan agar media tidak memberikan panggung bagi kelompok yang berpotensi menyebarkan paham ekstrem. “Framing pemberitaan harus membangun dan mencegah. Media sosial saat ini tidak memiliki batas, sehingga perlu kehati-hatian karena tidak hanya memuat konten perjudian, tetapi juga potensi penyebaran terorisme dan radikalisme,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, wartawan yang tergabung dalam PWI harus berperan sebagai penjernih informasi dan melakukan counter terhadap narasi yang menyesatkan.
Sementara itu, Wakil Ketua PWI DIY H Ahmad Lutfie yang turut menjadi penanya mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi sumber informasi agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan nilai nasionalisme melalui kurikulum pendidikan. “Saat ini sudah ada Undang-Undang Pesantren dan Perda DIY tentang pesantren. Namun, nilai-nilai nasionalisme perlu terus diperkuat, termasuk dalam kurikulum,” ujarnya.
Penanya lainnya, Wakil Ketua PWI DIY Ainun Najib, menekankan perlunya kejelasan definisi radikalisme agar tidak menimbulkan salah tafsir di masyarakat. Ia juga menggarisbawahi pentingnya panduan bagi orang tua dalam mendampingi anak di era digital yang rentan terhadap paparan konten negatif.
Sedangkan narasumber Ida Bagus menjelaskan bahwa salah satu sumber penyebaran paham radikal saat ini berasal dari media sosial dan lingkungan sekitar.
Ia menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama. “Orang tua harus aktif mengawasi dan mengecek konten yang diakses anak. Anak mungkin tidak selalu meminta perhatian, tetapi mereka sangat membutuhkan perhatian,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa peran orang tua dapat menjadi semacam ‘imunisasi’ untuk mencegah anak terpapar radikalisme.
Talk show ini menyimpulkan bahwa pencegahan radikalisme di era digital tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari media, lembaga pendidikan, aparat keamanan, hingga keluarga, untuk menciptakan ruang digital yang aman dan sehat bagi masyarakat. (*)
SIAP BELAJAR
LEBIH JAUH?
Pelajari strategi revolusioner di balik berita ini melalui Interactive How-To Guide kami. Gratis untuk waktu terbatas bagi pembaca setia Bernas.
E-BOOK PREVIEW
DRM PROTECTED
Rangkuman Warta Terkait

Bandara Internasional Picu Peluang Investasi Daerah

DPRD Sulteng Desak Data Investasi Tambang Akurat

Wakapolda DIY Tinjau Tol Purwomartani hingga Pos di Bantul
MAHAKARYA ERP: SOLUSI BISNIS 2026
Tingkatkan efisiensi operasional Anda hingga 200%. Trusted by 1000+ Enterprises.

INSPIRASI PERTUMBUHAN GLOBAL
"Indonesia is at the forefront of digital transformation. The talent we see here is shaping the future of AI globally."

Sundar Pichai
CEO of Google & Alphabet
KITAB SUCI KELAS MENENGAH
Modul taktis eksklusif (5-10 Halaman). Panduan Socratic bagi Anda untuk melesat di ekonomi Indonesia Maju 2045.

Bernas How-To: Revolusi AI Lokal & LLM Bernas
Panduan strategis mengenai peluncuran LLM pertama yang dioptimasi untuk konteks lokal Indonesia. Pelajari bagaimana AI dapat memperkuat kedaulatan digital bangsa.

Bernas How-To: Data Analytics Strategy
Panduan eksklusif BERNAS untuk menguasai fundamental data analytics. Belajarlah cara menggunakan data untuk pengambilan keputusan bisnis yang presisi.

BERNAS HOW-TO: CLOUD FUNDAMENTALS FOR BUSINESS
Master konsep cloud untuk efisiensi operasional. Berdasarkan Metodologi Microsoft Learn.
MENGAPA ANDA BUTUH BS-POINTS?
B-Points (Bs) bukan sekadar poin biasa. Ia adalah paspor Anda untuk mengakses instrumen pertumbuhan paling eksklusif di ekosistem Bernas.
STRATEGIC MODULES
Buka akses penuh ke KITAB SUCI KELAS MENENGAH. Panduan taktis 10-20 halaman.
AI CAREER AUDIT
Gunakan AI Agen kami untuk membedah potensi karir & bisnis Anda secara mendalam.
MERCHANT PERKS
Tukarkan Bs untuk Kopi, Staycation, hingga akses Coworking Space di mitra terpilih.
GROWTH EVENTS
Tiket prioritas untuk Offline Summit & Networking dengan tokoh nasional.
MAU CARI BS POINT LEBIH BANYAK? DAPATKAN DARI SETIAP ARTIKEL YANG ANDA BACA!
TANGAN DI ATAS,
MEMAJUKAN BANGSA
Jadilah bagian dari gerakan memajukan ekonomi daerah melalui program Phygital pertama di Indonesia.
TESTIMONI PERTUMBUHAN
Dengarkan bagaimana ekosistem BERNAS membantu para profesional and wirausaha mencapai target ekonomi mereka lebih cepat.
BERNAS.id: Digital Growth Media
"Kami bukan sekadar portal berita. Kami adalah partner akselerasi Anda. Dengan dukungan AI dan ekosistem Phygital, setiap warta kami dirancang untuk membantu Anda tumbuh—secara wawasan maupun finansial."
