Puluhan UMKM Korban Pandemi Demo di DPRD DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Puluhan pelaku UMKM yang tergabung dalam Solidaritas UMKM Korban COVID-19 menggelar unjuk rasa di DPRD DIY, Senin (18/12/2023) siang.
Mereka mengadu, karena semakin banyaknya penyitaan dan pelelangan aset jaminan UMKM oleh pemberi pinjaman baik bank maupun nonbank.
Prasetyo Atmo, pimpinan Solidaritas UMKM Korban COVID-19 mengungkapkan, situasi tersebut meresahkan kehidupan UMKM dan bahkan memicu tekanan psikologis.
Ia juga mengungkap bahwa di beberapa tempat sotuasi ini telah memicu kejadian bunuh diri sebagai akibat dari penekanan, pengancaman, penyitaan dan pelelangan aset jaminan UMKM Korban COVID-19.
“Karena itu kami mendatangi DPRD DIY untuk menyampaikan pernyataan.
Bahwa sesuai janji yang pernah dinyatakan oleh pemerintah, agar pemerintah segera menerbitkan PP terkait dengan penghapusan kredit macet UMKM Korban COVID-19 dengan plafon pinjaman 5 Milyar kebawah, berdasarkan UU No.4 tahun 2023.
Dashboard Investasi Real-Time — Gratis untuk Member BERNAS
Pantau IHSG, Crypto, dan Forex dalam satu dashboard. Analisis AI eksklusif untuk pembaca BERNAS.
Daftar Sekarang — Gratis →Ini ingin kami ingatkan dan tanyakan baik pada DPRD DIY maupun Dinas Koperasi dan UKM DIY,” ungkapnya.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Baca juga: Grebeg UMKM DIY Digelar Agustus
Solidaritas UMKM juga meminta pemerintah pusat, pemerintah DIY, DPR RI dan DPRD DIY untuk membuat pernyataan melarang Bank maupun Non Bank melakukan penyitaan atau pelelangan aset jaminan UMKM Korban COVID-19 paling tidak sampai dengan keluarnya PP Pemerintah RI terkait penyelesaian kredit bermasalah UMKM Korban COVID-19.
Mereka juga memimta DPRD DIY dan Pemerintah DIY menindaklanjuti hasil rapat Komisi VI DPR RI dengan Menteri Koperasi dan UKM RI pada 23 November 2023 yang berisi tentang perlindungan dan keberpihakan kepada UMKM Korban COVID-19.
“Kami juga meminta DPR dan Pemerintah berkerjasama dengan maksimal dan serius melindungi dan menyelamatkan UMKM Korban COVID-19 agar UMKM tidak mati dan agar tidak terjadi PHK besar-besaran pada kegiatan usaha UMKM, mengingat bahwa sekitar 98 persen lapangan kerja ada di UMKM,” tandas dia.
Baca juga: Bantu Naikkan Kelas UMKM, BRI Jogja Gelar Bazar
Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana yang menemui UMKM secara langsung menerima aspirasi dan berharap bank maupun non bank mengedepankan persuasi dalam relasi dengan UMKM.
Huda berharap tidak ada penekanan maupun pengancaman yang tak seharusnya memang dilakukan, sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Saya mungkin mengingatkan seperti yang seharusnya, bahwa bank maupun non bank mengedepankan persuasi dalam relasi terkait kredit ini dengan teman-teman UMKM.
Harapannya tentu bisa terselesaikan ya.
Tadi misalnya BPD DIY bisa menyelesaikan, dari tiga ribuan tinggal 200 begitu, harapannya bisa dilakukan yang lain juga,” ungkap Huda.
Ia menyatakan bahwa DPRD DIY berkomitmen untuk membantu penyelesaian persoalan yang dialami UMKM kredit macet di DIY.
Namun di sisi lain ia juga berharap UMKM memberikan komitmen untuk berusaha menyelesaikan persoalan kredit macet tersebut.
“Dua minggu kami akan undang lagi teman-teman UMKM dan menghadirkan stakeholder terkait untuk mencari penyelesaian terbaik.
Intinya tujuan kami bersama ingin menyelesaikan persoalan ini,” pungkas Huda. (den)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Dan Ariely & Predictably Irrational: Mengubah Bias Konsumen Menjadi Cuan
Data Scientist: Profesi Paling Dicari dengan Gaji Tembus Rp 45 Juta/Bulan
Michael Porter & Competitive Advantage: Menggali Parit Pertahanan Bisnis
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di di yogyakarta
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda