Pengamat Nilai Gubernur Pramono Hati-Hati Sikapi Dugaan Pengoplosan Beras di PT FSTJ

JAKARTA, BERNAS.ID – Pengamat kebijakan publik Sugiyanto (SGY) menilai Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masih bersikap hati-hati dalam menyikapi dugaan keterlibatan BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) dalam kasus pengoplosan beras yang kini menjadi sorotan nasional.
Meski Dinas KPKP DKI Jakarta telah membantah keterlibatan PT FSTJ, Pramono tetap memanggil jajaran direksi perusahaan untuk meminta klarifikasi dan memastikan transparansi.
Langkah ini diambil setelah Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan kecaman keras terhadap praktik pengoplosan beras, yang disebutnya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dengan potensi kerugian negara mencapai Rp99 triliun.
Baca Juga : Pengamat: Prabowo Harus Tunjukkan Warna Sendiri, Bukan Bayangan Jokowi
Sugiyanto menilai, sebagai pemegang otoritas pembinaan terhadap BUMD, Gubernur seharusnya bertindak lebih tegas.
“Saya sudah menulis dan menyarankan agar Gubernur menonaktifkan sementara pimpinan PT FSTJ agar proses investigasi berjalan objektif tanpa potensi intervensi dari dalam,” ujar SGY, Rabu (24/7/2025).
Otomatisasi Invoice & Procurement dengan AI — Gratis Trial
Invo1st memproses invoice, PO, dan 3-way matching secara otomatis. Hemat 80% waktu administrasi.
Daftar Sekarang — Gratis →Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolIa mengungkapkan, langkah tegas sangat penting untuk menunjukkan integritas dan komitmen pemerintah daerah terhadap pemberantasan kecurangan distribusi pangan.
Namun, ia juga memahami sikap kehati-hatian Pramono yang masih menunggu hasil resmi dari aparat penegak hukum.
“Pak Pramono tampaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Itu sah saja secara hukum, tapi secara politis, sikap tegas juga sangat ditunggu masyarakat,” lanjutnya.
Baca Juga : Menyusutnya Lahan Pertanian di Jakarta Picu Penurunan Produksi Beras
Kasus ini mencuat usai investigasi Kementerian Pertanian selama 18 hari menemukan banyak pelanggaran mutu dan berat kemasan pada beras premium dan medium.
Bahkan, 212 merek diduga terlibat pengoplosan, dan 26 di antaranya telah mengakui praktik tersebut.
Presiden Prabowo bahkan menyatakan para pelaku hanya memiliki dua pilihan: mengembalikan kerugian negara atau menghadapi penyitaan aset dan proses hukum.
“Ini bukan kasus biasa.
Kalau benar PT FSTJ terlibat, maka ini menjadi preseden buruk bagi BUMD yang seharusnya menjadi instrumen ketahanan pangan,” tegas SGY.
Ia juga menyebut bahwa langkah transparansi yang diambil oleh Gubernur harus disertai keberanian politik untuk menindak jika memang ada pelanggaran.
“Jangan sampai BUMD digunakan oknum untuk mencari untung pribadi lewat jalur ilegal,” pungkasnya.
(DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Gelar BUMD Leaders Forum, Pemprov DKI Perkuat Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi
Film “Pesta Babi” Diputar di Asrama Mahasiswa Papua Jogja, Memunculkan Banyak Pertanyaan
Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di dk jakarta
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda