Pemerintah Diingatkan Tidak Gegabah Cabut Moratorium Pengiriman Pekerja Migran ke Arab Saudi

JAKARTA,BERNAS.ID – Pemerintah diingatkan agar tidak terburu-buru dalam mencabut moratorium pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi.
Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR sekaligus Ketua Satgas PMI DPP PKB, Nihayatul Wafiroh, sebelum mencabut kebijakan ini, pemerintah harus memastikan adanya sistem perlindungan yang jelas dan konkret bagi PMI yang bekerja di Arab Saudi.
“Kita masih ingat alasan utama diberlakukannya moratorium ini adalah banyaknya kasus yang menimpa PMI, mulai dari perlindungan yang lemah hingga berbagai bentuk kekerasan yang mereka alami.
Sekarang moratorium hendak dibuka kembali, padahal solusi untuk permasalahan tersebut belum jelas,” jelasnya, melalui keterangan pers, Senin (24/3/2025).
Baca Juga ‘ Fenomena Kabur Aja Dulu, Dirjen KP2MI Ingin Tingkatkan Tenaga Migran Sebagai Duta Bangsa
Nihaya mengatakan, sebelum mencabut moratorium, pemerintah harus melakukan perbaikan sistem secara menyeluruh.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Hal ini terutama berlaku bagi pengiriman pekerja migran yang bekerja di sektor perseorangan, seperti asisten rumah tangga.
Menurutnya, proses penempatan pekerja migran harus tetap mengutamakan perlindungan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, agar pekerja tidak menjadi korban eksploitasi.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045“Yang utama adalah perlindungan PMI.
Pemerintah harus memastikan bagaimana sistem pengelolaan tenaga kerja di Arab Saudi, apakah mereka benar-benar siap menerima dan melindungi PMI kita.
Jika terjadi permasalahan, bagaimana mekanisme penyelesaiannya.
Semua hal ini harus dipastikan sebelum kebijakan dicabut,” jelasnya.
Baca Juga : Aksi Solidaritas Pekerja Migran Ditembak, Partai Buruh dan KSPI Geruduk Kedubes Malaysia
Nihaya mengingatkan bahwa hingga saat ini masih banyak pekerja migran Indonesia yang menghadapi berbagai kasus di Arab Saudi, meskipun moratorium masih berlaku.
Beberapa kasus yang sering terjadi meliputi eksploitasi tenaga kerja, kekerasan seksual hingga ancaman hukuman mati.
“Selama ini saja, saat moratorium masih berlaku, banyak PMI yang mengalami kasus-kasus berat.
Bagaimana jika moratorium benar-benar dicabut?
Apakah pemerintah siap menangani lonjakan permasalahan yang mungkin timbul?” tutupnya. (FIE)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Aktivis Akhera di Kota Bogor Serukan Stop Fitnah BGN, Pengadaan Kaos Kaki 100 Ribu Perpasang Bukan Langsung oleh BGN
Soal Pemberitaan, NasDem Desak Tempo Minta Maaf dalam 1 24 Jam
Aktivis Akhera di Kota Bogor Serukan Stop Fitnah BGN, Pengadaan Kaos Kaki 100 Ribu Perpasang Bukan Langsung oleh BGN
Soal Pemberitaan, NasDem Desak Tempo Minta Maaf dalam 1 24 Jam
Gelar BUMD Leaders Forum, Pemprov DKI Perkuat Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi
Film “Pesta Babi” Diputar di Asrama Mahasiswa Papua Jogja, Memunculkan Banyak Pertanyaan
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di politik
Semantic Authority Linker
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda