Pasar Induk Kramat Jati Dipermak, Kepala Pasar: Kami Tawarkan Solusi, Bukan Penggusuran

JAKARTA, BERNAS.ID – Perumda Pasar Jaya terus melakukan pembenahan besar-besaran di Pasar Induk Kramat Jati.
Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menegaskan bahwa program revitalisasi ini bukan sekadar kosmetik, tapi upaya menyeluruh untuk memperbarui wajah pasar dan meningkatkan kenyamanan semua pihak, baik pedagang maupun pengunjung.
Ia menjelaskan, revitalisasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penataan taman, pembangunan dapur umum, gerbang (gapura), pos pemadam kebakaran, gerai ATM, hingga tempat pengelolaan sampah.
Baca Juga : Gerindra Buka Klinik Modular di Pasar Cengkareng, Rany: Murni dari Hati
Menurutnya, revitalisasi ini sudah berjalan sejak September 2024 dan tengah memasuki tahap progres.
“Yang sudah kelihatan itu penanganan kaki lima di area depan C1.
Otomatisasi Invoice & Procurement dengan AI — Gratis Trial
Invo1st memproses invoice, PO, dan 3-way matching secara otomatis. Hemat 80% waktu administrasi.
Daftar Sekarang — Gratis →Sekarang sedang proses registrasi pedagang untuk penataan zonasi,” ujarnya.
Agus menyampaikan, penataan ini tidak serta-merta menggusur pedagang, melainkan menawarkan relokasi ke tempat yang sudah disiapkan, seperti area C1.
“Kami tidak menggusur, tapi merelokasi ke zona yang sudah ditentukan.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifBahkan ada opsi bagi mereka yang ingin naik kelas menjadi pedagang formal,” katanya.
Program revitalisasi ini juga menggandeng mitra dari sektor swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).
Beberapa di antaranya adalah Bank DKI, Bank Mandiri, dan BNI yang turut mendanai pembuatan taman dan fasilitas umum lainnya.
“Misalnya taman dari Bank DKI, kita beri nama sesuai CSR-nya, seperti Taman DKI, Taman Mandiri Living, atau Taman BRIMO,” ujarnya.
Baca Juga : Pengamat Minta Pemprov DKI Lakukan Kajian Sebelum Terapkan Taman Buka 24 Jam
Luas kawasan Pasar Induk Kramat Jati mencapai 14,7 hektare.
Dengan potensi sebesar itu, Agus optimistis pasar ini bisa berubah wajah menjadi lebih modern dan nyaman. “Dulu kesannya semrawut, tapi sekarang perlahan mulai berubah.
Ini bukan cuma soal bisnis, tapi juga penataan wajah kota,” jelasnya.
Agus juga menyinggung masa berlaku hak pakai gedung pengelola yang akan berakhir pada 2026.
“Nanti akan kita pertimbangkan, apakah mau kita renovasi atau lakukan peremajaan total.
Tapi yang jelas, ini peluang untuk menjadikan pasar ini sebagai pusat kuliner, grosir, dan interaksi sosial yang layak,” ujarnya.
Proses revitalisasi masih terus berjalan, termasuk pengecatan, penataan koridor, dan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya seperti gerbang parkir.
Agus berharap semua pihak bisa bersinergi, termasuk para pedagang, agar transformasi besar ini bisa sukses.
“Yang penting, kami sudah tawarkan solusi.
Kami rangkul semuanya. Tapi jangan sampai ketika kami responsif, malah dipelintir seolah menzolimi. Ini demi kebaikan bersama,” pungkasnya. (DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
Strategi Transformasi Digital Jakarta: Solusi Karir Global di Balik Data BPS
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di dk jakarta
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda