Padukuhan Wota Wati di Gunungkidul Akan Dikembangkan Sebagai Desa Wisata

SLEMAN, BERNAS.ID- Direktur Jendral Perimbangan Keuangan, Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Luky Alfifman bersama Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengunjungi Padukuhan Wota Wati, Kalurahan Pucung, Girisubo, Selasa (19/12).
Rencananya, akan dilakukan pembangunan kawasan dengan dana yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais).
“Dusun ini (Wota Wati) memiliki potensi yang unik dan berdurasi peradaban, berada di Bengawan Solo Purba,” kata Luky Alfifman dalam sambutanya.
Baca Juga Perbaikan Bendungan Bawah Tanah Gunungkidul Capai 45 Miliar Rupiah
Lanjut tambahnya, kunjungan yang dilakukan untuk melihat kesiapan pembangunan wilayah Padukuhan Wota Wati yang akan dikembangkan sebagai desa wisata.
“Saya lihat masterplan sudah ada yang dibuat Dinas Pariwisata Propinsi,” kata Luky.
Dashboard Investasi Real-Time — Gratis untuk Member BERNAS
Pantau IHSG, Crypto, dan Forex dalam satu dashboard. Analisis AI eksklusif untuk pembaca BERNAS.
Daftar Sekarang — Gratis →Sebelum masterplan direalisasikan, Luky berharap masyarakat mulai mengubah mindset atau pola pikir mampu menjadi pelayan wisatawan yang berkunjung ke Wota Wati.
“Keunikan dan keunggulan desa ini harus dimanfaatkan karena ini tidak dimiliki desa lain.
Apalagi akan mengarah ke pariwisata,” katanya.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, pembangunan Desa Wisata Wota Wati diharapkan menjadi mendongkrak ekonomi di Kalurahan Pucung.
Menurut Bupati, keseimbangan ekonomi belum sepenuhnya merata tumbuh ditengah masyarakat.
“Mulai dipetakan potensi, pengelolaan UMKM, ini nantinya yang akan memberikan dampak positif terhadap aktifitas ekonomi di Wota Wati,” paparnya.
Bupati juga meminta masyarakat memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menyambut desa wisata.
Nantinya tidak hanya warga lokal yang akan berkunjung tetapi wisatawan domestik dan luar negeri.
“Jangan sampai SDM tidak siap justru malah dikuasai masyarakat luar,” papar bupati.
Lurah Pucung, Estu Dwiyono mengatakan, Dusun Wota Wati terdapat empat RT dan dihuni oleh 80 Kepala Keluarga.
Mata pencaharian penduduk 90 persen adalah petani sehingga dibutuhkan pendampingan ekstra terhadap masyarakat.
“Potensi kami miliki sangat lengkap, ada kebudayaan, pertanian, kerajinan, dan kuliner,” kata Estu.
Baca Juga Sri Sultan Ikut Panen Di Lumbung Mataraman Gunungkidul
Selain berada di lembah Bengawan Solo Purba, matahari di Wota-Wati seperti terlambat terbit karena baru bisa terlihat sekitar pukul 09.00 WIB, tetapi justru terbenam lebih cepat yakni sekitar pukul 16.30 WIB.
“Inilah yang melahirkan sensasi bagi wisatawan.
Keunikan ini tidak ada di wilayah lain,” terang Estu.
Selain berkunjung ke Wota Wati, Direktur Jendral Perimbangan Keuangan Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Luky Alfifman juga serah terima simbolis hasil dana keistimewaan Tahun 2023.
Di antaranya menyerahkan bus sekolah Si Bona yang dikelola Dinas Perhubungan, Bus pelayanan publik Lajang Cakap yang dikelola Dinas Perpusatakan, Ambulans yang dikelola Tagana, Perbaikan balai dusun dan perbaikan rumah tidak layak huni.
(Jat)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
7 Strategi Emas Melindungi Data Nasional demi Indonesia Emas 2045
Strategi Karir Global: 7 Cara Mengatasi Skill Gap Digital Menuju Indonesia Emas 2045
Data Scientist: Profesi Paling Dicari dengan Gaji Tembus Rp 45 Juta/Bulan
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di di yogyakarta
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda