Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

OJK Ungkap Utang Pinjol Warga RI Rp106,48 Triliun, TWP90 5,36 Persen

Oleh: Redaksi BERNAS•5 November 2026
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
"OJK mencatat outstanding pembiayaan pinjol nasional menembus Rp106,48 triliun per September 2026, tumbuh 17,02 persen yoy."

🗓️ Dipublikasikan pada 5 November 2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan outstanding pembiayaan layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi (LPBBTI) atau pinjaman daring menembus Rp106,48 triliun pada September 2026.

Angka itu tumbuh 17,02 persen secara tahunan (yoy), dengan tingkat risiko kredit macet agregat atau TWP90 berada di posisi 5,36 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengungkapkan angka tersebut dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Oktober 2026 secara daring, 5 November 2026.

"Pada industri layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi atau LPBBTI, outstanding pembiayaan pada September 2026 tumbuh 17,02 persen year-on-year dengan nominal sebesar Rp106,48 triliun," ujar Agusman.

Angka versi OJK itu sejalan dengan catatan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, yang menyebut outstanding pinjaman daring mencapai Rp106,46 triliun dengan pertumbuhan tahunan yang sama.

Perbedaan tipis nominal muncul dari pembulatan pemberitaan, bukan dari perbedaan periode data. Ekspansi Cepat, Kualitas Pendanaan Jadi Sorotan

Pertumbuhan dua digit menandakan akses pembiayaan digital makin luas menjangkau masyarakat. Namun TWP90 5,36 persen menunjukkan masih ada porsi signifikan debitur yang gagal memenuhi kewajiban lebih dari 90 hari.

Bagi rumah tangga, kombinasi kemudahan akses dan literasi keuangan yang belum merata berpotensi mendorong perilaku konsumtif.

Risiko jeratan utang berlapis menjadi bayangan yang sulit dihindari bila pinjaman baru dipakai untuk menutup cicilan lama.

Bagi industri, TWP90 yang bertahan di kisaran 5 persen menaikkan biaya risiko, menekan margin, dan memperkuat tuntutan permodalan minimum.

Tekanan reputasi juga membayangi penyelenggara yang gagal menjaga kualitas penagihan dan transparansi bunga.

Agusman menegaskan posisi regulator.

"OJK senantiasa mendorong pertumbuhan industri LPBBTI yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan kualitas pendanaan, penguatan manajemen risiko, serta perlindungan konsumen," katanya.

Pembanding Industri Pembiayaan: NPF Jauh Lebih Rendah

Kontras menarik muncul dari industri perusahaan pembiayaan. Friderica menyebut sektor ini mencatat piutang pembiayaan Rp513,34 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPF) gross 2,98 persen dan net 0,81 persen.

"Gearing rasio perusahaan pembiayaan tetap terjaga pada level rendah sebesar 2,05 kali, jauh di bawah batas maksimum sebesar 10 kali," pungkas Friderica dalam konferensi pers KSSK IV di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 3 November 2026.

Perbandingan itu memperlihatkan bahwa risiko kredit pinjol relatif lebih tinggi dibanding pembiayaan konvensional. Karakter debitur pinjol yang mayoritas ritel tanpa agunan menjadi faktor struktural yang sulit dihindari.

Di sisi lain, pembiayaan sektor UMKM tumbuh 12,49 persen secara tahunan. Artinya, sebagian ekspansi pinjol memang mengalir ke sektor produktif, bukan semata konsumsi. Perlindungan Konsumen dan Literasi Keuangan

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Persoalan utama bukan sekadar besaran TWP90, melainkan bagaimana regulator dan industri memastikan pertumbuhan tidak dibangun di atas utang yang tak terkelola.

Perlindungan konsumen menuntut transparansi bunga, biaya, dan mekanisme penagihan yang beretika.

Sejumlah inisiatif daerah memperlihatkan arah serupa, seperti yang dibahas dalam OJK Sulteng Tingkatkan Akses Keuangan Masyarakat Lewat BIK 2026.

Akses keuangan yang inklusif harus berjalan seiring pemahaman risiko.

Perluasan layanan keuangan digital juga terlihat pada kanal lain, misalnya Transaksi QRIS Antarnegara Rp 6,2 Triliun, Didominasi Turis Asing dan Transaksi Kripto RI Melonjak 31,96% ke Rp 30,56 Triliun — Risiko Siber Mengintai 23,48 Juta Investor.

Pola yang sama muncul: adopsi cepat menuntut penguatan literasi dan pengawasan. Tiga Langkah agar Data Ini Menjadi Emas

BERNAS mengusulkan tiga langkah strategis. Pertama, penguatan literasi keuangan digital dan manajemen utang bagi masyarakat, khususnya segmen UMKM dan konsumen muda, melalui kampanye edukasi berbasis data.

Kedua, penerapan early warning system berbasis analitik data untuk memantau TWP90 secara real-time dan mendeteksi dini debitur berisiko.

Langkah ini memungkinkan penyelenggara melakukan intervensi sebelum kredit memburuk.

Ketiga, penguatan kerangka perlindungan konsumen dan transparansi bunga serta biaya pinjol, disertai insentif bagi penyelenggara yang menjaga kualitas pendanaan di bawah ambang risiko tertentu.

Kolaborasi OJK, asosiasi fintech, dan lembaga edukasi keuangan menjadi kunci. Tanpa itu, pertumbuhan 17,02 persen berisiko menjadi beban fiskal rumah tangga di kemudian hari.

Pertanyaan yang layak diajukan ke regulator dan pelaku industri: sampai kapan ekspansi pinjol dibiarkan tumbuh cepat tanpa jaminan kualitas pendanaan yang setara?

Data September 2026 memberi jawaban awal yang perlu ditindaklanjuti, bukan sekadar diumumkan. Strategi Solusi

Bagi pelaku usaha dan profesional yang ingin merespons dinamika pembiayaan digital, ekosistem BERNAS menyediakan jalur konkret.

Konsultasi Business Plan dari BERNAS membantu menyusun roadmap transformasi digital berbasis AI, mulai dari diagnosa peluang hingga rencana eksekusi terukur.

Untuk penguatan kapasitas tim, program Training NLP + Vibecoding + AI membekali peserta membangun sistem otomasi dan produk digital dengan studi kasus nyata.

Sementara Adolo memetakan bagian bisnis yang bisa berjalan tanpa kehadiran pemilik, lalu mengotomatiskannya satu per satu.

Bagi UMKM yang ingin memperkuat kanal pemasaran, JasaPromo.id menyediakan jasa promosi digital, dan 101 eBook UMKM dari UNMAHA (mulai Rp60rb/buku) menawarkan panduan praktis marketing, keuangan, hingga strategi.

Informasi PMB UNMAHA 2026/2027 tersedia di unmaha.ac.id/pmb.

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari OJK Ungkap Utang Pinjol Warga RI Rp106,48 Triliun, TWP90 5,36 Persen?

OJK mencatat outstanding pembiayaan pinjol nasional menembus Rp106,48 triliun per September 2026, tumbuh 17,02 persen yoy.

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id. Tayang di halaman nasional, dengan tautan yang bisa dibuka siapa pun.

Terbitkan di BERNAS.id

“OJK Ungkap Utang Pinjol Warga RI Rp106,48 Triliun, TWP90 5,36 Persen”

R
Redaksi BERNAS
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.