MoU Pemprov Jakarta BGN Dihantui Kinerja Bobrok Food Station

JAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta resmi menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait sinergi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penandatanganan berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/2/2026).
Melalui kesepakatan tersebut, Pemprov Jakarta menunjuk tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai penyedia bahan baku untuk mendukung pemenuhan kebutuhan program MBG yang dikelola BGN.
Namun, kebijakan ini langsung menuai sorotan, khususnya terhadap kinerja salah satu BUMD, yakni Food Station.
Baca Juga : Kasus Beras Oplosan, Dirut Food Station Tjipinang Jaya Jadi Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menilai Food Station belum menunjukkan kinerja yang optimal untuk mendukung program strategis nasional tersebut.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Ia menegaskan, rekam jejak Food Station yang pernah terseret kasus beras oplosan masih menjadi “hantu” dalam pelaksanaan MBG.
“Menurut saya memang dalam implementasinya mengalami banyak kesulitan, terutama karena persoalan kepercayaan publik terhadap Food Station yang masih rendah,” kata Trubus saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/2/2026) malam.
Trubus menyebut, rendahnya tingkat kepercayaan publik tidak lepas dari catatan kinerja Food Station selama ini.
Ia menilai, BUMD tersebut belum mampu menunjukkan perbaikan signifikan yang dapat meyakinkan publik maupun pemangku kebijakan.
Baca Juga : Soroti Rencana ASN untuk Petugas MBG, Thamrin Minta Guru Honorer Diprioritaskan
“Kesulitan itu muncul karena BUMD ini memang track record-nya kurang bagus,” ujarnya.
Lebih lanjut, Trubus mengingatkan adanya potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program jika pengawasan tidak diperketat.
Menurut dia, program MBG berisiko tidak berjalan optimal apabila disokong oleh lembaga yang memiliki kinerja lemah.
“Kekhawatiran memang ada, misalnya potensi-potensi penyimpangan dan potensi korupsi yang juga tinggi.
Sehingga pelaksanaan MBG-nya tidak bisa berjalan optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama kinerja Food Station masih dinilai rendah, potensi terjadinya praktik-praktik negatif akan terus membayangi pelaksanaan program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Pusat
“Kalau bahasa ini kebijakan, kan ada efek domino yang harus diantisipasi,” kata Trubus.
(DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
HUT 62 Sulteng, Gubernur Soroti 80 Ribu Rumah Tak Layak
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di dk jakarta
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda