Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Mengurai Benang Kusut Internet Surabaya: Strategi Cerdas Akses Merata untuk Produktivitas Optimal

Oleh: BERNAS Strategic Engine•15 April 2026
Mengurai Benang Kusut Internet Surabaya: Strategi Cerdas Akses Merata untuk Produktivitas Optimal
Foto: Redaksi BERNAS
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
"Kesenjangan digital masih menghantui Surabaya, khususnya di wilayah pinggiran. Infrastruktur yang timpang dan literasi digital rendah menjadi hambatan nyata. Inisiatif cerdas diperlukan untuk memastikan setiap warga mendapatkan akses internet berkualitas, mendorong produktivitas, dan mempersempit jurang informasi."

🗓️ Dipublikasikan pada 15 April 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita teknologi terbaru →

Key Takeaways:Akses dan kualitas internet di Surabaya masih jauh dari merata, terutama di area pinggiran.UMKM dan pekerja lepas dihadapkan pada biaya tinggi dan koneksi tidak stabil, menghambat potensi ekonomi digital.Literasi digital yang minim, terutama di kalangan lansia dan ibu rumah tangga, menciptakan kesenjangan informasi.Data BPS secara gamblang menunjukkan disparitas akses internet antara wilayah perkotaan dan pedesaan.Diperlukan intervensi strategis berupa investasi infrastruktur dan program edukasi inklusif untuk mewujudkan pemerataan digital.Warga Surabaya di beberapa wilayah pinggiran masih merasakan pahitnya janji digital yang tak kunjung merata.

Kecepatan internet bagaikan fatamorgana; ada namun sulit digenggam stabil.

Ini bukan sekadar keluhan iseng, melainkan cermin nyata hambatan produktivitas sehari-hari.Bayangkan saja, seorang ibu rumah tangga yang ingin memulai usaha daring, namun koneksi internetnya putus-sambung di tengah transaksi penting.

Atau seorang pekerja lepas yang harus berkejaran dengan deadline global, tapi sinyal di rumahnya "mati suri" di waktu krusial.

Ini adalah realitas yang menghantam, bukan sekadar statistik.Biaya paket internet yang dirasa mahal juga menjadi tembok tebal bagi UMKM dan para penggiat ekonomi digital di level akar rumput.

Mereka mencoba merangkak maju, namun terganjal oleh infrastruktur yang belum berpihak.

Di mana letak keadilan digital yang digaungkan?

Ketika Jaringan Putus, Produktivitas Hancur?Kurangnya infrastruktur serat optik di daerah padat penduduk yang terpencil adalah masalah kronis.

Sementara pusat kota gemerlap dengan koneksi super cepat, banyak sudut Surabaya justru masih terisolasi dari nadi informasi global.

Ini adalah ironi di tengah hiruk-pikuk kota metropolis.Dukungan teknis yang lambat dan kurang responsif dari penyedia layanan internet semakin memperkeruh suasana.

Ketika masalah muncul, warga seolah dibiarkan berjuang sendiri dalam kegelapan digital.

Apakah ini standar pelayanan yang layak bagi pembayar setia?Tak hanya infrastruktur, rendahnya literasi digital di kalangan lansia dan ibu rumah tangga juga menjadi pekerjaan rumah besar.

Mereka adalah potensi pasar dan agen perubahan yang belum tersentuh optimal.

Peluang digital yang menjanjikan pun akhirnya hanya menjadi milik segelintir orang.

Tantangan Pejabat Lokal: Kapan Janji Digital Merata Terwujud?Para pemangku kebijakan di Surabaya, termasuk pemerintah kota dan instansi terkait, dihadapkan pada pertanyaan mendasar.

Sampai kapan masalah krusial aksesibilitas dan kualitas internet ini dibiarkan?

Bagaimana strategi konkret untuk memastikan "data ini menjadi emas" bagi seluruh warga, bukan hanya segelintir?Apakah investasi infrastruktur serat optik yang merata sudah masuk dalam skala prioritas tertinggi?

Atau apakah masih ada alokasi anggaran yang lebih mendesak daripada memastikan setiap UMKM dan pekerja lepas dapat bersaing secara digital?

Pertanyaan ini layak dijawab transparan.Bagaimana dengan program subsidi internet untuk UMKM dan keluarga berpenghasilan rendah?

Apakah ini hanya wacana di atas kertas, ataukah sudah ada langkah nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat?

Dukungan teknis yang lebih responsif juga harus menjadi standar baru, bukan sekadar harapan.

Fakta BPS: Kesenjangan Digital, Ironi Kemajuan BangsaData dari Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri berbicara gamblang.

Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia tahun 2022 memang meningkat menjadi 6.85 dari 6.66 di 2021, namun masih jauh di bawah target negara maju.

Ini menunjukkan bahwa kapabilitas akses dan pemanfaatan TIK kita masih perlu digenjot habis-habisan.Persentase rumah tangga dengan akses internet memang meningkat signifikan, mencapai 74.75% pada 2022.

Namun, angka ini menutupi fakta pilu adanya kesenjangan yang tinggi antara perkotaan dan pedesaan.

BPS mencatat, 87.71% rumah tangga perkotaan punya akses, sementara di pedesaan hanya 64.09%.

Surabaya, meski kota besar, punya "desa-desa digital" di pinggirannya.Tingkat literasi digital masyarakat juga masih kategori sedang, dengan skor 3.54 dari 5 pada 2022.

Ini adalah sinyal jelas bahwa program pelatihan digital gratis dan inklusif bukan lagi opsi, melainkan keharusan mutlak.

Bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi internet jika penggunanya belum sepenuhnya cakap?Hanya 20.18% UMKM yang memanfaatkan platform digital pada 2022, menunjukkan adaptasi sektor usaha kecil masih sangat lamban.

Padahal, dengan kecepatan unduh rata-rata internet tetap yang mencapai 50.07 Mbps secara nasional, seharusnya peluang ini bisa lebih dioptimalkan.

Mengapa ada disparitas antara potensi infrastruktur dan pemanfaatan riil?

Ini adalah tantangan nyata bagi implementasi Asta Cita dalam pemerataan pembangunan digital.[STRATEGI SOLUSI]Tertarik membangun karir remote job yang merdeka dan profitabel?

Kami sedang menyiapkan group WhatsApp eksklusif untuk berbagi peluang job internasional.

[Klik di sini untuk Antre di Waiting List]

Artikel ini ditinjau ulang oleh redaksi bernas.id pada 28 Agustus 2026.

Kesenjangan akses internet tetap menjadi tantangan perkotaan yang relevan, termasuk di Surabaya.

Artikel ini mengajak pembaca memahami pentingnya infrastruktur digital yang merata dan literasi teknologi sebagai fondasi produktivitas masyarakat.

Strategi yang dibahas dapat menjadi rujukan bagi kota lain dalam menghadapi dinamika transformasi digital.

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Mengurai Benang Kusut Internet Surabaya: Strategi Cerdas Akses Merata untuk Produktivitas Optimal?

Kesenjangan digital masih menghantui Surabaya, khususnya di wilayah pinggiran. Infrastruktur yang timpang dan literasi digital rendah menjadi hambatan nyata. Inisiatif cerdas diperlukan untuk memastikan setiap warga mendapatkan akses internet berkualitas, mendorong produktivitas, dan mempersempit jurang informasi.

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

IKLAN — Dari Ekosistem Bernas

Konsultasi Digital & AI — Gratis

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id — tayang di halaman nasional, terindeks Google.

Terbitkan di BERNAS.id

“Mengurai Benang Kusut Internet Surabaya: Strategi Cerdas Akses Merata untuk Produktivitas Optimal”

B
BERNAS Strategic Engine
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem