Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Legislator Senayan Sayangkan Kekerasan Aparat Saat Aksi Mahasiswa Penolakan RUU TNI

Oleh: Redaksi Bernas•22 Maret 2025
Legislator Senayan Sayangkan Kekerasan Aparat Saat Aksi Mahasiswa Penolakan RUU TNI
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA, BERNAS.ID Anggota Komisi III DPR Abdullah menyesalkan adanya tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang terjadi dalam demonstrasi pe..."

🗓️ Dipublikasikan pada 22 Maret 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita politik terbaru →

JAKARTA, BERNAS.ID – Anggota Komisi III DPR Abdullah menyesalkan adanya tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang terjadi dalam demonstrasi penolakan perubahan UU 34/2004 tentang TNI.

Menurutnya, aparat keamanan jangan asal main pukul ke mahasiswa yang sedang berdemo. Gunakan cara-cara humanis saat hendak menghalau atau membubarkan massa.

“Ingat, Polisi punya tugas untuk mengayomi masyarakat. Jadi berikan teladan kepada rakyat,” ujar Abdullah dalam keterangannya Sabtu (22/3/2025).

Baca Juga : Pastikan UU TNI Ditandatangani Presiden, Ketua MPR Jawab Soal Kekhawatiran Dwifungsi TNI

Ia berharap pimpinan Polri agar memberikan arahan tegas kepada anak buahnya yang mengamankan aksi unjuk rasa, menggunakan pendekatan dengan cara-cara damai, sehingga demonstran pun bisa lebih kooperatif.

“Kalau ada ketegangan di lapangan, aparat harus memprioritaskan langkah-langkah soft approach.

Tidak dengan kekerasan yang dapat menyebabkan kondisi semakin memanas,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan cara-cara represif justru akan membuat keadaan semakin tidak kondusif. Aksi kekerasan aparat pun dinilai bisa mencoreng institusi Polri maupun aparat keamanan.

Baca Juga : Ketua DPR RI Paparkan Soal Aturan TNI Aktif Berbisnis dan Berpolitik Praktis

“Berikan kesempatan untuk teman-teman mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka. Jangan sampai bentuk represif aparat menimbulkan kesan negara tidak mau mendengarkan rakyat,” pungkasnya.

Untuk diketahui puluhan mahasiswa dilaporkan terluka akibat kekerasan yang dilakukan sejumlah aparat saat demo beberapa hari lalu. (FIE)

 

 

 

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram