Legislator Desak Evaluasi Direksi Ancol Usai Laba Anjlok 41 Persen

JAKARTA, BERNAS.ID – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Dwi Rio Sambodo, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi dan manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA).
Dorongan itu muncul setelah laba bersih perusahaan anjlok hingga 41,6 persen pada kuartal III tahun 2025.
“DPRD akan mendorong adanya audit dan pengawasan yang ketat, mengingat Ancol merupakan salah satu tempat rekreasi terbesar di Jakarta yang banyak diminati masyarakat,” tegas Dwi Rio di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Baca Juga : Ancol Tata Pedagang Asongan Demi Tingkatkan Kesejahteraan
Menurutnya, penurunan kinerja tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah dan manajemen perusahaan untuk segera melakukan audit kinerja komprehensif.
Evaluasi itu penting guna memastikan strategi bisnis dan pengelolaan operasional berjalan efektif dan profesional.
Otomatisasi Invoice & Procurement dengan AI — Gratis Trial
Invo1st memproses invoice, PO, dan 3-way matching secara otomatis. Hemat 80% waktu administrasi.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi Kreatif“Kinerja direksi dan manajemen harus transparan dan akuntabel, karena ini menyangkut pelayanan publik serta kepercayaan masyarakat terhadap BUMD,” ujarnya.
Dwi Rio menambahkan, peningkatan mutu layanan akan berdampak langsung terhadap kepercayaan publik dan perbaikan kinerja keuangan perusahaan.
Baca Juga : Komisi B DPRD DKI Soroti Dermaga Pulau Pramuka Mangkrak, Afni: Yang Rugi Masyarakat
Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih PJAA hingga kuartal III 2025 tercatat Rp58,6 miliar, turun tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp100,5 miliar.
Penurunan laba itu dipicu oleh turunnya pendapatan 9,4 persen, dari Rp881,4 miliar menjadi Rp798,5 miliar.
Meski beban pokok pendapatan turun Rp22,3 miliar, beban langsung melonjak menjadi Rp417,6 miliar, menekan laba kotor ke level Rp358,4 miliar dari Rp438,3 miliar.
Selain itu, beban administrasi dan penjualan meningkat, menurunkan laba usaha menjadi Rp164,2 miliar dari Rp238,3 miliar tahun sebelumnya.
Rugi bersih investasi ventura bersama juga membengkak menjadi Rp437 miliar, sementara laba sebelum pajak turun ke Rp87,9 miliar dari Rp143,4 miliar.
Hingga kuartal III 2025, total aset Ancol tercatat Rp3,43 triliun, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2024 yang mencapai Rp3,59 triliun.
(DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
Melejitkan Potensi Surabaya: Mengatasi Jurang Digital demi Ekonomi Inklusif
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di dk jakarta
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda