Ironi Anak-anak Sekarang Tak Pahami Makna Pancasila, Juan : Jasmerah Budi

JAKARTA,BERNAS.ID – Yayasan Rumah Anak Pancasila menggelar upacara dalam memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 2025, di Alun-Alun Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan dengan tema “5 Rasa Yang Mempersatukan Kita”
Hadir pada Peringatan hari Lahir Pancasila ke-80 ini, organisasi kepemudaan, pelajar, Pramuka, Instansi, serta lembaga se-kecamatan Pondok Aren dan Kotamadya, Tokoh-Tokoh Lintas Agama, serta Tokoh Masyarakat Kota Tangerang Selatan.
Sekaligus, dilakukan penandatangan bersama “Kesepakatan Gotong Royong Pembumian Ideologi Pancasila, untuk menjadikan Pancasila sebagai Jiwa yang mempersatukan bumi dan bangsa Indonesia.
Ketua Yayasan Rumah Anak Pancasila Juan Alexander Wake menegaskan, Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila penting.
Pasalnya, upacara pertama kali digelar pada tanggal 17 Agustus 1945, dimana saat itu, momentum bangsa kita merdeka.
Di dalam Upacara itu tertumpah rasa syukur yang sangat mendalam.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Baca Juga : Wayang Beber Pancasila Gelorakan Kisah Kebhinekaan Sutasoma
“Tidak hanya rasa syukur, upacara adalah kristalisasi dari 4 Rasa lain, yang mempersatukan para pendiri bangsa pada saat itu: Rasa Persaudaraan, Rasa Persatuan, Rasa Kebersamaan dan Rasa Peduli, “ ujar Juan dalam pidatonya, Minggu (1/6/2025).
Tepat 80 tahun yang lalu, Ir.
Soekarno sambung Juan, menyebut Pancasila, sebagai “philosophische grondslag”, atau dasar filosofi dan “Weltanschauung” atau dasar berdirinya suatu negara.
Pancasila itu adalah persamaan yang Soekarno gali, dalam diri manusia Indonesia yang berbeda-beda.
Itulah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia.
Baca Juga :Pramuka yang Berjiwa Pancasila Itu Akan Menjaga NKRI
Namun saat ini, Yayasan Rumah Anak Pancasila menangkap banyak keresahan terhadap tingkah polah generasi penerus bangsa yang terkikis budi pekertinya, norma adab-nya, hingga wawasan kebangsaan-nya.
Rumah Anak Pancasila menemukan berbagai fakta menyedihkan terkait pemahaman Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagian besar anak-anak Indonesia.
Masih banyak mereka yang tidak memahami peta NKRI, sejarah Pahlawan Nasional dan wawasan kebangsaan umum lainnya, apalagi arti Pancasila.
“Untuk menutup celah ini, kami di Rumah Anak Pancasila mengedepankan pola internalisasi berbasis “Jas Merah Budi (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, Budaya dan Iman).
Melalui Sejarah, kita jadi ingat kehebatan, juga kelemahan, bangsa kita, “ tegasnya.
Menurutnya, ada lima rasa yang mempersatukan kita yang ada di dalam sila-sila Pancasila itu Nah itulah yang membuat kita menjadi orang Indonesia yang sejati.
“Jadi Pancasila itu adalah bukan Cuma sebuah narasi bukan sebuah narasi, bukan hanya sebuah literatur tapi merupakan lima perasaan yang sama yang hidup dalam jiwa bangsa Indonesia, “ paparnya.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifSementara itu Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengapresiasi langkah Yayasan Rumah Anak Pancasila.
Menurutnya, momentum hari bersejarah lahirnya Pancasila.
“Saya apresiasi.
Jadi orang yang Pancasilais Insyaallah orang itu akan berguna bermanfaat dan bahagia dunia maupun akhirat.
Kalau saya lihat ini penting sekali, untuk ditanamkan kepada anak-anak bangsa.
Menanamkan jati diri Pancasila,” ujar Dimyati.
Lanjutnya, kita harus religi, harus dekat dengan Tuhan dengan Allah subhanahu wa ta’ala.
Perlu kedepankan kemanusiaan, nationality, melakukan kebaikan-kebaikan sehingga bermanfaat, selanjutnya kedepankan demokrasi dan juga mempunyai jiwa sosial.
“Kalau semuanya Pancasila Enggak ada lagi preman-preman.
Pancasila bukan hanya kepada rakyat, juga pada aparaturnya dan pejabatnya, “ pungkasnya.
(FIE)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
Melejitkan Potensi Surabaya: Mengatasi Jurang Digital demi Ekonomi Inklusif
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di budaya
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda