Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Festival Lima Gunung 2025 Digelar di Padepokan Tjipta Boedaja Hingga 13 Juli

Oleh: Redaksi Bernas•11 Juli 2025
Festival Lima Gunung 2025 Digelar di Padepokan Tjipta Boedaja Hingga 13 Juli
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"MAGELANG, BERNAS.ID Kawasan Padepokan Tjipta Boedaja, Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah kini tengah semarak. P..."

🗓️ Dipublikasikan pada 11 Juli 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita budaya terbaru →

MAGELANG, BERNAS.ID – Kawasan Padepokan Tjipta Boedaja, Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah kini tengah semarak. Pasalnya, kawasan ini menjadi lokasi Festival Lima Gunung XXIV/2025, 9 hingga 13 Juli 2025.

Festival Lima Gunung sebagai agenda rutin tahunan secara mandiri, selama ini diselenggarakan dengan lokasi bergantian secara sukarela di berbagai dusun basis komunitas tersebut. Tahun ini, festival menjadi bagian dari rangkaian tradisi puluhan tahun, “Suran Tutup Ngisor Ke-90”, warga Padepokan Tjipta Boedaja Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun. “Suran Tutup Ngisor” berumur sembilan dekade, sedangkan Festival Lima Gunung memasuki usia triwindu.

Pembukaan “Suran Tutup Ngisor Ke-90” dan “Festival Lima Gunung XXIV” digelar Jumat 11 Juli 2025.

Tercatat untuk tampil dalam pergelaran itu, sekitar 80 grup kesenian dengan total 1.225 personel berasal dari lokal Magelang, luar kota, dan beberapa lainnya luar negeri, meliputi 93 mata acara, baik bersifat sakral maupun profan.

Berbagai acara itu, antara lain tradisi ritual, pementasan kesenian tradisional dan kontemporer, performa seni, kirab budaya, pembacaan puisi dan geguritan, pidato kebudayaan, peluncuran buku foto, dan pemberian piagam “Lima Gunung Award” kepada lima tokoh dan entitas.

Baca juga: Eksis Secara Swadaya Selama 23 Tahun, Festival Lima Gunung Terima Penghargaan dari Akademi Jakarta

“Kami berterimakasih pada warga yang bahu-membahu mewujudkan acara ini,” ujar Ketua Komunitas Lima Gunung, Sujono, dalam pembukaan acara.

Memang seperti tahun-tahun sebelumnya, pesta kesenian Festival Lima Gunung tidak melibatkan sponsor, baik dari swasta maupun pemerintah. Semuanya berasal dari swadaya para seniman di lima gunung di kawasan Magelang, yakni Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Menoreh.

Sujono menjelaskan di dalam ajang tahun ini warga membuat karya instalasi yang terbuat dari anyaman bambu berbentuk Ganesha. Seni instalasi ini menghabiskan 50 batang bambu jenis apus dan 15 batang bambu petung untuk panggung utama kesenian.

Menurutnya, ikon Ganesha dipilih sebagai simbol ilmu pengetahuan.

Selain itu, juga sesuai dengan tema besar festival tahun ini, yakni Dhudhah Kawruh Sinengker (menggali ilmu yang terpendam).”

Sementara itu, Pimpinan Padepokan Seni Tjipta Boedaja, Dusun Tutup Ngisor, Sitras Anjilin menjelaskan, tema Dhudhah Kawruh Sinengker bertujuan untuk mengenalkan budaya ke generasi muda. “Ini bermakna untuk mengenalkan kembali ke anak-anak tentang unggah–ungguh, sopan –santun dan budaya, khususnya budaya Jawa,” kata Sitras. (den)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram