FAKTA Indonesia Desak BPOM Jawab Permintaan Informasi Publik soal Label Pilihan Lebih Sehat

JAKARTA, BERNAS.ID – Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2025).
Aksi ini digelar sebagai bentuk desakan agar BPOM segera menanggapi permintaan informasi publik terkait kebijakan label “Pilihan Lebih Sehat” pada kemasan pangan olahan.
Dalam aksi tersebut, FAKTA Indonesia juga secara resmi menyampaikan Surat Keberatan kepada Atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BPOM.
Keberatan itu dilayangkan terkait isi draf revisi Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2021, khususnya Pasal 25 ayat (2), yang mewajibkan penggunaan label Logo Pilihan Lebih Sehat pada bagian depan kemasan.
Ketua FAKTA Indonesia, Ari Subagyo, menegaskan bahwa pihaknya telah mempertanyakan dasar regulasi kebijakan tersebut sejak audiensi pada 2 Mei 2025.
Namun permintaan informasi publik yang diajukan secara resmi pada 24 Juni 2025 tak kunjung dijawab hingga melewati batas waktu 10 hari kerja sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Baca Juga : Polri dan BPOM Bersinergi Berantas Mafia Obat dan Skincare
“Ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi soal hak publik untuk mengetahui informasi yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
Ketika BPOM tidak merespons, artinya hak itu diabaikan,” tegas Ari saat orasi di depan Kantor BPOM.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifFAKTA Indonesia menilai bahwa label “Pilihan Lebih Sehat” berpotensi menyesatkan konsumen karena dasar ilmiah dan proses pengawasannya tidak jelas dan tidak terbuka bagi publik.
Mereka mendesak agar BPOM menjelaskan secara terbuka siapa yang menyusun kriteria label tersebut, apa dasar ilmiahnya, serta bagaimana proses pembentukannya.
Aksi simbolik ini menjadi peringatan awal.
Jika keberatan ini kembali tidak ditanggapi, FAKTA Indonesia menyatakan siap menempuh jalur sengketa informasi publik melalui Komisi Informasi Pusat (KIP).
Baca Juga : Tinjau Program MBG, Menko Polkam Apresiasi Kualitas dan Gizi Makanan
Dalam pernyataannya, FAKTA Indonesia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan publik, termasuk dalam penetapan label gizi.
Mereka merujuk pada Pasal 417 ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menjamin hak masyarakat untuk terlibat dalam setiap tahapan pembangunan kesehatan.
“Kami tidak menolak upaya mendorong pilihan pangan sehat.
Tapi masyarakat berhak tahu: Apa kriterianya?
Siapa yang menyusun? Apakah benar-benar independen dan berbasis bukti?
Ini semua tidak boleh tertutup,” tambah Ari.
Lewat aksi ini, FAKTA Indonesia juga mengajak berbagai elemen masyarakat, komunitas, dan media untuk mendukung perjuangan keterbukaan informasi, khususnya di sektor pangan dan kesehatan.
Mereka mengingatkan bahwa hak masyarakat untuk memberi masukan dalam penyusunan regulasi telah dijamin dalam Pasal 96 UU Nomor 12 Tahun 2011, yang menyebutkan bahwa masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan maupun tertulis dalam setiap tahapan pembentukan peraturan perundang-undangan.
“Negara tak boleh abai pada suara publik.
Apalagi jika menyangkut kesehatan masyarakat secara luas,” tutup Ari. (DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Gelar BUMD Leaders Forum, Pemprov DKI Perkuat Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi
Film “Pesta Babi” Diputar di Asrama Mahasiswa Papua Jogja, Memunculkan Banyak Pertanyaan
Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di kesehatan
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda