Efisiensi, Banggar Jamin Kesejahteraan Tak Tergerus

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Kebijakan efisiensi dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah, dijamin tak menggerus urusan kesejahteraan masyarakat di Kota Yogyakarta, pada APBD 2026.
Kepastian itu dilontarkan oleh Ketua DPRD Kota Yogyakarta Wisnu Sabdono Putro yang sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar).
Politisi PDIP itu menilai efisiensi tersebut akan dikelola dengan hati-hati dan mengedepankan skala prioritas.
“Efisiensi akibat pemotongan dana transfer dari pusat tidak akan mengurangi tingkat kesejahteraan masyarakat Yogyakarta,” tegasnya, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah menyepakati skala prioritas utama dalam efisiensi APBD 2026.
Tiga sektor yang dipastikan alokasinya tetap terjaga adalah masalah sampah, kesehatan, dan pendidikan.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →“Terdapat skala prioritas yang sudah menjadi kesepakatan bersama dengan TAPD, yakni masalah sampah, kesehatan, dan pendidikan,” jelasnya.
Baca Juga:Â DPRD Jogja Dorong Sinergitas OPD
Masalah sampah sudah bisa dilihat secara jelas terkait kondisi di Kota Yogyakarta.
Kendati sudah ada perencanaan yang melibatkan Danantara, namun itu baru bisa dilakukan pada tahun 2027 mendatang.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Sehingga pada tahun 2026 Kota Yogyakarta harus benar-benar serius pada penanganan sampah, mengingat TPA Piyungan sudah tidak bisa menerima sampah lagi.
Kemudian masalah kesehatan menjadi unsur penting karena menjadi salah satu kebutuhan dasar yang harus dijamin oleh pemerintah.
Sedangkan terkait pendidikan, imbuh Wisnu, Yogya tidak memiliki sumber daya alam sehingga harus menggencarkan sumber daya manusia.
Ditargetkan, dalam satu keluarga minimal ada satu sarjana agar daya saing menjadi lebih kuat.
Begitu pula terhadap akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu yang harus dilindungi.
Di luar tiga hal tersebut, program-program lain dipastikan masih berjalan.
Namun, terdapat penyesuaian terkait alokasi, frekuensi, atau kuantitasnya dibandingkan sebelum adanya pemotongan dana transfer ke daerah.
Menanggapi masukan dari masyarakat, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Yogya, Indaruwanto Eko Cahyono, menegaskan bahwa partisipasi masyarakat tetap dibuka secara luas.
Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme, baik melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) maupun Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk mengusulkan program.
“Partisipasi masyarakat melalui musrenbang biasanya cukup tinggi.
Banyak usulan yang disampaikan dan berharap bisa segera direalisasikan.
Nah, itu pasti akan kami kawal namun juga harus bisa dipahami semua terkait skala prioritas di tengah efisiensi,” ucapnya.
Baca Juga:Â DPRD Jogja, Efisiensi Tak Menyurutkan Pembahasan Raperda
Kendati demikian, politisi PAN itu menekankan bahwa semua usulan program yang masuk harus disesuaikan dengan kerangka prioritas yang telah ditetapkan.
Selain itu, usulan juga wajib selaras dengan visi dan misi Walikota yang sudah tercantum dalam Perda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Penyesuaian ini penting untuk memastikan APBD 2026 yang efisien tetap tepat sasaran dan berdampak optimal bagi warga Kota Yogyakarta,” tegasnya.
(Age)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Gelar Syawalan, Gelora DIY Konsolidasi Tingkatkan Kerja di Bulan Peningkatan
Syawalan dan Kopdar GRS: Silaturahmi Kuatkan Komitmen Pengabdian Masyarakat
Solidaritas dan Kepedulian Jadi Pesan Utama HUT ke-15 GRIB Jaya Gunungkidul
Konco Kopral Tebar Kepedulian: Gelar Tasyakuran dan Aksi Sosial untuk Panti Asuhan
GeBUKK Kawal Kasus Nabila, DPRD DIY Turun Tangan: Surati Pengadilan Tinggi
Gelar Syawalan, Gelora DIY Konsolidasi Tingkatkan Kerja di Bulan Peningkatan
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di di yogyakarta
Semantic Authority Linker
Syawalan dan Kopdar GRS: Silaturahmi Kuatkan Komitmen Pengabdian Masyarakat
Solidaritas dan Kepedulian Jadi Pesan Utama HUT ke-15 GRIB Jaya Gunungkidul
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
Jakarta Genggam Peluang Emas: Mengapa Ibu Kota Wajib Jadi Pusat Remote Job Dunia?
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda