Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara Di Eropa, CBA Desak KPK Periksa Istri Menteri UMKM

JAKARTA,BERNAS.ID – Pusat perhatian publik tertuju pada Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Kemenkop UMKM), setelah beredarnya surat permintaan pendampingan dari enam Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Eropa.
Surat tersebut menyoal rencana kunjungan istri Menteri Koperasi dan UKM, Agustina Hastarini, yang turut serta dalam kegiatan resmi kementerian di Benua Biru.
Kini, desakan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan semakin menguat.
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, secara terbuka meminta KPK agar segera memeriksa Agustina Hastarini, istri Menteri Maman Abdurrahman, terkait dugaan penyalahgunaan fasilitas negara.
Menurut Uchok, surat yang beredar tersebut membuka dugaan kuat korupsi yang perlu diusut secara serius.
Baca Juga :KPK Pastikan Telah Tetapkan Tersangka Kasus Gratifikasi Di MPR
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →“Kami mendesak KPK agar segera memanggil dan memeriksa Agustina Hastarini serta para pejabat terkait di Kementerian UMKM.
Ini penting untuk memastikan tidak ada penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi atau keluarga menteri,” ujar Uchok dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (7/7).
Namun, dalam pandangan Uchok dan sejumlah pengamat anggaran lainnya, justifikasi keikutsertaan istri menteri dalam lawatan tersebut patut dipertanyakan.
Pasalnya, kegiatan yang melibatkan keluarga pejabat negara, jika dibiayai oleh negara dan tidak memiliki urgensi serta relevansi langsung dengan tugas kementerian, bisa digolongkan sebagai penyalahgunaan wewenang.
“Tidak ada dasar hukum yang mengatur keikutsertaan istri menteri dalam kegiatan kedinasan ke luar negeri kecuali dalam misi kenegaraan tertentu.
Kalau ini hanya tamasya terselubung, maka publik berhak tahu dan meminta pertanggungjawaban,” tegas Uchok.
Dalam catatan CBA, selama ini transparansi penggunaan anggaran perjalanan dinas masih menjadi titik rawan dalam laporan pengelolaan keuangan kementerian dan lembaga.
Banyak kasus sebelumnya menunjukkan bahwa anggaran perjalanan luar negeri sering disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak relevan dengan tugas pokok dan fungsi institusi.
Baca Juga :KPK Pastikan Setyo Budiyanto Tetap Pimpin KPK
Uchok menambahkan, KPK perlu mengambil langkah awal berupa klarifikasi dan pemanggilan pihak-pihak terkait, bukan hanya untuk menyelidiki kasus ini secara khusus, tetapi juga untuk memperbaiki tata kelola perjalanan dinas agar tidak disalahgunakan di masa depan.
“Ini bukan semata menyasar personal.
Ini soal pembenahan sistem. Kalau memang tidak ada pelanggaran, biarkan proses hukum yang menjawab.
Tapi kalau ada potensi penyimpangan, maka negara tidak boleh diam,” katanya.
Kasus ini menjadi ujian penting bagi integritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang baru terbentuk.
Masyarakat menuntut agar tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan kekuasaan, sekecil apa pun itu.
Sebagaimana diketahui, selama kampanye dan pembentukan kabinet, isu efisiensi birokrasi dan pemberantasan korupsi menjadi komitmen utama Presiden.
Maka, dugaan penyimpangan di Kementerian UMKM ini bisa menjadi tolak ukur awal komitmen tersebut.
Uchok menyatakan siap mengawal proses ini dan membuka dokumen-dokumen anggaran publik yang berkaitan dengan kegiatan perjalanan dinas ke Eropa tersebut.
“Kalau KPK diam, publik akan kehilangan kepercayaan.
Jangan sampai negara ini dijalankan berdasarkan surat-surat titipan keluarga pejabat,” tutup Uchok Sky Khadafi.
Agustina memberikan klarifikasi pada Sabtu (5/7), menyatakan bahwa perjalanan ke Eropa dilakukan untuk mendampingi anak perempuannya yang berusia 12 tahun mengikuti festival budaya internasional Euro Folk 2025 bersama tim sekolahnya.
“Benar adanya saya melakukan perjalanan ke Eropa, namun perjalanan tersebut dalam rangka saya menemani putri saya untuk mengikuti festival Misi Budaya Euro Folk 2025 bersama tim sekolahnya untuk mewakili Indonesia,” tulis Agustina di Instagram.
Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal surat yang beredar, dan tidak pernah meminta untuk dibuatkan surat permohonan dukungan fasilitas tersebut.
“Mengenai surat yang beredar dengan mencantumkan nama saya itu benar-benar saya tidak tahu menahu, karena memang saya tidak pernah meminta untuk dibuatkan surat seperti tersebut,” lanjutnya.
Agustina menambahkan bahwa tanggal surat yang beredar pun tidak relevan, karena dirinya sudah berangkat ke Eropa sejak 29 Juni 2025, sementara surat itu bertanggal 30 Juni.
Selain itu, Agustina menegaskan bahwa selama berada di Eropa, ia dan rombongan tidak menggunakan fasilitas negara.
Perjalanannya murni sebagai pendamping orangtua, bersama guru dan orangtua murid lainnya.
“Tidak ada pendampingan dari pihak lain selain rombongan sekolah putri saya dan juga guru-guru pendamping.
Serta beberapa orangtua murid yang ikut serta untuk mendampingi putra-putrinya,” tulisnya.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman juga telah mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (4/7) untuk memberikan klarifikasi.
Ia membawa bukti-bukti dokumen perjalanan istrinya, termasuk bukti pembayaran tiket dan biaya lain yang dibiayai secara pribadi.
“Saya sampaikan, satu rupiah pun tidak ada uang dari negara, satu rupiah pun tidak ada uang dari pihak lainnya.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifSaya tunjukkan dan saya sampaikan dokumen-dokumen pembayaran tiket langsung dari rekening pribadi istri saya,” kata Maman di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam polemik publik dan menjernihkan informasi yang selama beberapa hari terakhir beredar luas di media sosial.
Meski demikian, sorotan publik terhadap penggunaan simbol dan wewenang institusi negara tetap menjadi perhatian dalam menjaga integritas birokrasi.(FIE)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Terduga Pencuri di Pasar Masomba Ternyata ODGJ
Presidium Kebangsaan Resmi Laporkan Saiful Mujani, Bang Iwan Tepis Bukan Kriminalisasi
Patron Dukung Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba di Tempat Hiburan Malam
Hakim Tolak Praperadilan PETI Parigi, Tersangka Sah
Polisi Tertibkan Tambang Ilegal di Parigi, Fasilitas Dimusnahkan
Polisi Bongkar Penjualan Pertalite Ilegal di Poso
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di hukum
Semantic Authority Linker
Terduga Pencuri di Pasar Masomba Ternyata ODGJ
Presidium Kebangsaan Resmi Laporkan Saiful Mujani, Bang Iwan Tepis Bukan Kriminalisasi
Patron Dukung Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba di Tempat Hiburan Malam
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
HUT 62 Sulteng, Gubernur Soroti 80 Ribu Rumah Tak Layak
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda