Dugaan Korupsi Tuper di Indramayu, GRI Geruduk Kejati Jabar

BANDUNG, BERNAS.ID – Gerakan Rakyat Indramayu (GRI), geruduk Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat (Jabar), Senin (17/11/2025) mendesak Kejati tak ragu segera tetapkan tersangka dugaan kasus korupsi tunjangan perumahan (Tuper) yang disebut-sebut melibatkan sejumlah pejabat Indramayu.
Ketua Gerakan Rakyat Indramayu (GRI), Muhamad Solihin mengatkan, bahwa langkah GRI ke Bandung adalah bentuk dukungan penuh kepada Kejati Jabar agar bersikap tegas dan tidak gentar menghadapi tekanan apa pun.
“Tujuan paling utama GRI adalah men-support Kejati agar bertindak tegas.
Jangan takut kepada pihak-pihak yang mencoba mengintimidasi atau menunda-nunda proses penetapan tersangka,” ujar Solihin, disela-sela aksi depan Kantor Kejati Jabar, Bandung, Senin (17/11/2025).
Ia menyinggung dugaan penyimpang anggaran tunjangan perumahan tahun 2022–2024, yang menurutnya telah disorot Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan dinilai melanggar asas peraturan perundang-undangan.
BACA JUGA : Dugaan Korupsi Tuper DPRD Indramayu, GRI Siap Demo ke Kejati Jabar
“Belakangan fakta muncul bahwa ada tunjangan perumahan yang begitu besar, melukai rasa keadilan publik.
Dashboard Investasi Real-Time — Gratis untuk Member BERNAS
Pantau IHSG, Crypto, dan Forex dalam satu dashboard. Analisis AI eksklusif untuk pembaca BERNAS.
Daftar Sekarang — Gratis →Diduga ada kompromi tidak sehat yang mengorbankan APBD kurang lebih Rp16,8 miliar,” ucapnya.
GRI mengaku mengikuti perkembangan penyidikan Kejati secara dekat.
Solihin mengatakan ada informasi bahwa penetapan tersangka akan dilakukan pada akhir Oktober 2024, namun hingga pertengahan November belum terealisasi.
Ia juga menyampaikan adanya dugaan pertemuan antara pihak yang dekat dengan Wakil Bupati Indramayu, Saifudin, dengan oknum Kejaksaan Agung di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut masih berupa sinyalemen yang perlu diusut.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolBACA JUGA : Dugaan Korupsi Pengadaan Lampu PJU Kabupaten Cianjur, Nama Dadan Ginanjar Disebut-sebut
“Kami mendengar ada pertemuan antara tim Pak Saifudin di Indah Kapuk dengan oknum Kejagung.
Dugaan ini muncul karena ada penguluran waktu. Ini harus diluruskan,” kata Solihin.
Dalam aksinya, GRI membawa sejumlah tuntutan, di antaranya:
1.
Segera menetapkan tersangka, karena menurut mereka unsur dan alat bukti telah terpenuhi.
2. Tidak takut terhadap intervensi dari pihak mana pun.
3.
Mengusut semua pihak terkait, termasuk jika ada oknum BPK atau pejabat lain yang diduga terlibat.
“Presiden Prabowo sudah memberikan mandat besar kepada institusi kejaksaan untuk memberantas korupsi.
Jadi jangan ada anasir jahat dan jangan ada dusta di antara kita,” tegas Solihin.
BACA JUGA : Dongkrak Ekonomi dan Investasi, DPRD Jabar Setujui Pemekaran Cirebon Timur
Solihin menyatakan alasannya memilih datang langsung ke Kejati Jabar adalah untuk bertemu Kepala Kejati dan meminta kejelasan proses hukum.
“Saya ingin audiensi dengan Pak Kajati.
Dulu katanya akhir Oktober ada penetapan tersangka, sekarang mundur lagi.
Kami hadir untuk men-support agar Kejati tetap tegak lurus,” ujarnya.
GRI menegaskan dukungan penuh terhadap Kejati Jabar dan memastikan bahwa masyarakat Indramayu berada di belakang institusi tersebut.
“Siapa pun yang terlibat, apakah wakil bupati, pimpinan DPRD, atau lainnya tetapkan saja tersangkanya.
Demi rasa keadilan publik dan uang rakyat,” tutup Solihin.(ARIES)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Transformasi Karir Jakarta: Menguasai Dunia Remote dengan Skill Digital
Transformasi Digital Bandung: Solusi Emas Sinyal Internet Pelosok untuk Akses Merata
Bandung: Mengubah Angka Pengangguran Jadi Peluang Emas Karier Global
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di jawa barat
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda