DPRD DIY Soroti Pengangkatan Pegawai MBG Jadi PPPK

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Komisi D DPRD DIY mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih komperhensif sesuai dengan tujuan.
Namun Komisi D menganggap pengangkatan Pegawai MBG menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak sesuai dengan Asta Cita Presiden.
Ketua Komisi D DPRD DIY R.
B.
Dwi Wahyu mengatakan, substansi hadirnya MBG sebenarnya adalah mendorong kualitas pendidikan Indonesia yang lebih maju.
Hanya saja aspek berimbang atau keadilan masih perlu menjadi pertimbangan.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →“Bukan saya menolak, tapi harus berimbang.
Sekarang ada sekitar 5 ribu guru honorer di DIY ini rata-rata paling gajinya Rp500 ribu, bahkan ada guru yang gajinya mengandalkan dari komite, ini memalukan bagi pemerintah,” katanya, di DPRD DIY, Kamis, 29 Januari 2026.
Kebijakan mengangkat pegawai MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi PPPK sudah seharusnya linier dengan keadilan bagi guru.
Karena aspek terpenting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya dari para murid yang berkualitas didorong dari makanan bergizi, namun juga terkait kesejahteraan guru.
“Karena yang namanya dapur dan sebagainya itu kan pribadi, bukan berangkat dari pemerintah, kenapa harus di P3K-kan?
Regulasinya apa? Nah, ini saya hanya mengkritisi saja.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolKalau iya, regulasinya harus jelas, tetapi juga harus diperhatikan gurunya. Gurunya juga harus bergizi, bergizi dalam arti apa?
Salah satunya kesejahteraan,” ucapnya.
Baca juga: DPRD DIY Siapkan Rp1 Miliar untuk Kajian Renovasi Stadion Mandala Krida
Pernyataan keras juga dilontarkan R.B Dwi, terkait status guru honorer di Indonesia.
Selain kesejahteraan guru honorer yang rendah, ia juga menilai pembelajaran yang harus diikuti guru honorer saat ini juga membutuhkan kapasitas tidak hanya skill namun juga finansial.
“Hari ini menurut saya guru kok masih ada honor, mungkin di Indonesia saja, ini harus diperhatikan.
Guru harus punya kapasitas, nah kapasitas ini harus di-support oleh pemerintah, disekolahkan, diberikan pelatihan dan sebagainya, apalagi hari ini juga ada pembelajaran berbasis AI, support teknologinya apa?
Minimal laptop, kalau sekarang honornya cuma Rp700 ribu, masak mau beli laptop, ini logika, makanya harapan kami kebijakan ini harus, bukan ditinjau kembali tetapi harus berkeadilan,” ujarnya.
Dwi mencotohkan, Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan kondisi pendidikannya masih dinilai memprihatinkan, walaupun untuk standar kompetensi di tingkat nasional DIY masih tertinggi.
Namun jika dilihat dari kualitas peserta didiknya belum tentu memenuhi standar tertinggi tersebut, karena untuk menikmati kualitas maka dibutuhkan biaya pendidikan yang harus dikeluarkan dari orang tua tidak sedikit.
Masih adanya diskriminasi antara sekolah favorit dan tidak favorit ini diungkapkan Dwi, juga tidak bisa dipungkiri di lingkungan masyarakat.
Hal utama ini juga dari kreativitas model pembelajaran dari guru yang memiliki peranan penting dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang baik.
Ia secara tegas juga menyebut tidak menolak adanya rencana kebijakan pengangkatan PPPK pegawai MBG, hanya saja masih ada hal yang seharusnya menjadi prioritas dari pemerintah, bahwa gizi yang tercukupi bagi peserta didik juga harus didukung dengan kualitas seorang guru yang mumpuni.
“Guru juga harus bergizi dalam arti yang luas, honornya jelas, kesejahteraannya jelas.
Pasti ada kesenjangan ketika pegawai MBG menjadi PPPK dan Guru tetap honorer.
Nanti tujuannya Pak Presiden enggak tercapai, karena Pak Presiden itu sebetulnya bagaimana anak-anak bergizi linear dengan mutu pendidikan dan anak-anak itu setelah lulus akan mendapatkan sebuah masa depan yang lebih baik.
Tapi masa depan yang lebih baik ini juga guru akan menjadi kunci,” tandasnya. (den)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
S1/D3 Tanpa Uang Kuliah — Bayar Hanya Setelah Dapat Kerja
UNMAHA Income Sharing Agreement: kuliah penuh, bayar 15% gaji 12 bulan setelah lulus. Kampus #1 pencetak entrepreneur di Yogyakarta.
Daftar Sekarang →
Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Kebangkitan Kuliner Lokal 2026: Strategi Digital UMKM Yogyakarta Tembus Pasar Nasional Melalui Optimasi Rantai Pasok
Festival Budaya Nusantara 2026 Targetkan 1 Juta Kunjungan Wisatawan Digital Melalui Metaverse
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di pendidikan
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda