Disbud DIY Ungkap Perkembangan Terkini Ekskavasi Cagar Budaya Kerta Plered

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar Seminar Hasil Pelaksanaan Kegiatan Ekskavasi tahun 2025 di Kawasan Cagar Budaya Kerta Plered, Rabu (17/12/2025).
Acara ini mengungkap perkembangan terkini ekskavasi kawasan bersejarah bekas pusat kekuasaan Mataram Islam itu.
Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, R.A.
Retno Isnurwindryaswari yang menjadi narasumber mengatakan, Ekskavasi Situs Kedaton I Tahun 2025 menunjukkan temuan-temuan yang lebih variatif baik dari temuan materialnya dan temuan struktur – struktur bangunannya.
Seperti diduga adanya fondasi bangunan, beteng (pagar pembatas ruang), struktur diduga tangga pintu dan struktur bolder.
“Temuan tangga pintu berada di tengah jalan kerukunan atau terletak diantara dua blok situs yang lahannya sudah dibebaskan oleh Dinas Kebudayaan Pemda DIY.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Padahal temuan ini sangat penting untuk ditunjukkan,” kata dia.
Menurut dia, kini semakin menarik hasil temuan -temuan struktur di Situs Kedaton I.
Mulai nampak bentuk dan material struktur – struktur yang ditemukan.
“Pengatapan yang direncanakan disambut baik untuk melindungi material struktur, karena struktur yang lama terpendam dalam kondisi baik, tetapi jika kemudian akan dibuka atau ditampakkan perlu adanya perlindungan [atap],” kata dia.
Ia menambahkan, ekskavasi lanjutan sangat diperlukan untuk memperluas pemahaman tentang keseluruhan kompleks struktur.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Fokus utama seharusnya diarahkan pada area utara ekskavasi yang masih belum sepenuhnya dieksplorasi.
Penelitian di area ini menurutnya berpotensi mengungkap struktur pendukung dan kelanjutan dari fondasi atau struktur yang telah ditemukan sebelumnya.
“Perlu dilakukan pembebasan tanah disekitar blok I dan blok II Situs Kedaton | sehingga penelitian dapat dilakukan dengan maksimal,” tandasnya.
Baca juga: Giriloyo, Sentra Batik Alam Tertua di Indonesia Terus Beradaptasi untuk Survive
Pembicara lain, Fahmi Prihantoro, arkeolog UGM yang meneliti Situs Kerta mengatakan hasil kegiatan ekskavasi tahap II tahun 2025 lebih menambah temuan intact (utuh) dari eskavasi tahap sebelumnya.
Meskipun demikian lebih jauh pihaknya belum dapat merekonstruksi keruangan Situs Lemah Duwur Kerta yang saat ini diyakini sebagai Siti Hinggil Kraton Kerta.
“Situs Kerta sudah cukup banyak dilakukan ekskavasi, hampir semua bagian lahan yang tersedia pernah dilakukan ekskavasi sehingga perlu alasan yang cukup kuat untuk melakukan ekskavasi lanjutan,” kata dia.
Ia menambahkan, upaya konservasi terhadap tinggalan situs serta pemanfaatan lebih lanjut perlu untuk dilakukan.
Dengan fasilitas yang cukup memadai Situs Kerta menurutnya berpotensi besar dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat umum termasuk generasi muda.
“Perlu dibuat narasi yang lebih komprehensif terhadap Situs Kerta.
Sementara Pengelolaan situs dapat bekerjasama dengan masyarakat lokal dan komunitas terkait heritage,” katanya.
Kabid Pemeliharaan & Pengembangan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY Dwi Agung Hernanto mengatakan, ekskavasi masih terus dilakukan untuk mengungkap kawasan Kerta Plered yang hingga kini masih diselimuti sejumlah misteri.
Namun hingga kini ekskavasi sudah bisa mengungkap fakta sejarah bahwa di masa Sultan Agung, pembangunan fisik di kawasan ini tidak banyak dilakukan, karena sang sultan banyak melakukan perang melawan Belanda.
“Pembangunan di masa Amangkurat jauh lebih banyak, dan cakupannya lebih luas,” ungkap dia. (den)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Imigrasi Terapkan WFH Jumat, Layanan Tetap Normal
Wisata Kuliner Wingko Pasar Beringharjo Diburu Wisatawan, Dimasak Tradisional Pakai Arang
Kasus Perceraian di Kapanewon Depok Tertinggi di Kabupaten Sleman
Oleh-oleh Bakpia Pathuk 25 Paling Diminati Wisatawan di Libur Akhir Pekan
Ketum HMI MPO Palu Kecam Teror Aktivis
Sulteng Fokus Perbaiki 80 Ribu Rumah Tak Layak
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di daerah
Semantic Authority Linker
Imigrasi Terapkan WFH Jumat, Layanan Tetap Normal
Wisata Kuliner Wingko Pasar Beringharjo Diburu Wisatawan, Dimasak Tradisional Pakai Arang
Kasus Perceraian di Kapanewon Depok Tertinggi di Kabupaten Sleman
Strategi Jitu Sumbar Sambut Indonesia Emas: Prodi Digital Global UNMAHA Buka Peluang Ka...
Riau Menuju Panggung Dunia: Strategi Mengisi Kesenjangan Digital dengan Karir Remote
Transformasi Digital Surabaya: Strategi Menembus Pasar Kerja Global dari Rumah
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda