JAKARTA, BERNAS.ID – Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, melantik dua pejabat baru di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai bagian dari upaya pembenahan tata kelola dan penguatan integritas organisasi pascaproses hukum yang menjerat pejabat sebelumnya di Komisi Pemberantasan Korupsi.
Pelantikan berlangsung di Jakarta pada Senin (22/6/2026). Dua pejabat yang dilantik yakni Syahrioma Delavino sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat dan Rakha Sukma Purnama sebagai Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Upaya Pembenahan
Menurut Hendarsam, pelantikan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan langkah konkret untuk memperkuat integritas dan tata kelola organisasi setelah adanya evaluasi internal terkait kasus hukum yang tengah ditangani KPK. “Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi bagian dari upaya pembenahan. Kami memastikan bahwa proses hukum yang berjalan menjadi momentum untuk memperkuat integritas dan tata kelola organisasi,” kata Hendarsam dalam keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).
Langkah Cepat
Sebagai tindak lanjut evaluasi, Direktorat Jenderal Imigrasi telah menjalankan sejumlah langkah cepat atau quick wins.
Salah satu langkah utama ialah penyederhanaan proses bisnis layanan keimigrasian, khususnya dalam pengurusan izin tinggal, guna meningkatkan efisiensi dan kemudahan bagi masyarakat.
Selain itu, Ditjen Imigrasi juga memperkuat pengawasan internal, mempercepat tindak lanjut pengaduan masyarakat, meningkatkan kontrol terhadap pelaksanaan tugas petugas di lapangan, serta memperkuat integritas aparatur. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat benar-benar merasakan perubahan. Pembenahan tidak boleh berhenti pada proses internal atau seremoni, tetapi harus tercermin dalam layanan yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Pelantikan tersebut juga mencakup sejumlah pejabat lain, termasuk kepala kantor wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi di berbagai daerah seperti Banten, Kalimantan Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Bengkulu, dan Maluku, serta Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang.
Transformasi Kepemimpinan
Hendarsam menilai transformasi kepemimpinan merupakan bagian dari upaya kolektif membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas di seluruh jajaran Imigrasi. “Kepercayaan publik adalah hal utama yang harus kita jaga. Setiap pejabat yang dilantik hari ini memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pelayanan keimigrasian berjalan dengan baik, bersih, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” katanya.
Pelantikan pejabat baru tersebut menjadi sorotan karena dilakukan di tengah upaya pembenahan internal Direktorat Jenderal Imigrasi menyusul proses hukum yang menjerat pejabat sebelumnya.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan keimigrasian yang lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.

