Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Direktur Eksekutif SDR Hari Purwanto Kritisi Perjalanan Gubernur Kalbar Ke Malaysia

Oleh: Redaksi Bernas•7 April 2026
Direktur Eksekutif SDR Hari Purwanto Kritisi Perjalanan Gubernur Kalbar Ke Malaysia
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA,BERNAS.ID – Perjalanan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan ke Kuching, Malaysia untuk berobat menuai sorotan publik. Sebab, namanya dikaitkan ..."

🗓️ Dipublikasikan pada 7 April 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita hukum terbaru →

JAKARTA,BERNAS.ID – Perjalanan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan ke Kuching, Malaysia untuk berobat menuai sorotan publik. Sebab, namanya dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi proyek jalan di Kabupaten Mempawah yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ).

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto. Menurut Hari, keputusan bepergian ke luar negeri dalam situasi seperti ini sulit dilepaskan dari penilaian publik terhadap kepatutan.

Kalau daerahnya belum maju, jangan plesiran ke luar negeri, apalagi jika sedang diperiksa KPK atau bermasalah dengan hukum,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga :Berikan Status Penahanan Rumah Tersangka Kasus Kuota Haji Yaqut Cholil, KPK Lemahkan Diri Sendiri

Menurut Hari, langkah tersebut juga menjadi perhatian karena terjadi di tengah dorongan pemerintah pusat agar masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan dalam negeri.

Baca juga: Periksa Gubernur Kalbar, KPK Kantongi Nama Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Mempawah

“Sebelumnya, Presiden ke-7 Prabowo Subianto (Prabowo Subianto) pernah menyatakan pentingnya menekan aliran devisa akibat tingginya jumlah warga yang berobat ke luar negeri,” ucapnya.

Baca Juga :Akhera Apresiasi Fuad Hasan Masyhur Penuhi Panggilan KPK dan Meyakini Fuad Tidak Bersalah

Hari menambahkan, sejumlah warga menilai Gubernur Kalbar relatif sering melakukan perjalanan ke luar negeri selama menjabat, sementara progres pembangunan daerah dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Kondisi infrastruktur, termasuk jalan rusak di sejumlah wilayah, masih menjadi keluhan yang berulang.

Selain itu, penggunaan kendaraan pribadi dengan nilai miliaran rupiah turut menjadi perhatian. Di tengah kondisi infrastruktur yang belum merata, hal tersebut dinilai sebagian masyarakat sebagai kurang mencerminkan kepekaan terhadap prioritas kebutuhan daerah.

“Persepsi-persepsi tersebut berkembang di ruang publik dan memperkuat sorotan terhadap setiap keputusan yang diambil, termasuk perjalanan ke luar negeri yang dilakukan dalam situasi saat ini,” paparnya.

Perkembangan kasus ini menunjukkan bagaimana sebuah keputusan yang bersifat pribadi dapat dengan cepat bergeser menjadi isu publik ketika terjadi dalam konteks yang lebih luas.

Selain alasan kesehatan, perjalanan Norsan juga berkembang dalam berbagai persepsi, termasuk anggapan sebagai perjalanan non-resmi karena dilakukan bersama keluarga.

Di sisi lain, Norsan juga diketahui pernah mengimbau masyarakat untuk tidak berobat ke luar negeri. Perbedaan antara imbauan tersebut dengan langkah yang diambil kini turut menjadi bagian dari sorotan publik.

Dalam situasi seperti ini, aspek sensitivitas terhadap kondisi publik dan momentum menjadi faktor yang menentukan dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

“Hingga saat ini, belum ada pernyataan terbaru dari KPK terkait perkembangan lebih lanjut dari pemeriksaan yang melibatkan Norsan,” ucapnya.

Norsan diketahui melakukan perjalanan ke Malaysia pada 3 April 2026.

Norsan menjelaskan kunjungan tersebut dilakukan untuk menjalani medical check-up setelah mengalami gangguan kesehatan berupa vertigo.

“Cuma check-up saja. Karena kemarin sempat kena vertigo, mungkin karena kurang istirahat,” ujarnya.

Norsan juga menegaskan perjalanan tersebut dilakukan dalam waktu singkat dan memanfaatkan hari libur. “Perginya juga pas hari libur, dan sudah kembali hari itu juga,” katanya.

Menurut Norsan, kondisinya kini sudah membaik dan telah kembali menjalankan aktivitas pemerintahan. Norsan membantah adanya pemanggilan pada waktu yang bersamaan dengan keberangkatannya. “Tidak ada panggilan dari KPK pada tanggal itu,” ujarnya.(FIE)

Dampak bagi Peluang Karier dan Profesionalisme Global:

Dari sudut pandang Global Career Media, kebijakan dan langkah strategis yang diambil oleh pimpinan Kabinet Merah Putih ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan sinyal kuat bagi pergerakan industri.

Kebijakan ini diproyeksikan akan membuka keran investasi baru yang berujung pada tingginya permintaan terhadap talenta-talenta lokal yang memiliki daya saing global.

Bagi para profesional dan pencari kerja di Indonesia, ini adalah momentum emas untuk meningkatkan kapasitas (upskilling) dan mempersiapkan diri menyambut terbukanya ribuan lapangan pekerjaan baru di sektor-sektor strategis yang saling terintegrasi.

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“Direktur Eksekutif SDR Hari Purwanto Kritisi Perjalanan Gubernur Kalbar Ke Malaysia”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.