Dewan Jamu DIY Gencarkan Promosi: Dari Minuman Tradisional ke Signature Drink Pariwisata

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Bale Gadeng Yogyakarta menjadi saksi penting pada Rabu (11/2/2026) ketika Dewan Jamu Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Nitilaku Jamu sekaligus rapat kerja.
Agenda ini menegaskan komitmen menjadikan jamu bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga minuman unggulan pariwisata dan gaya hidup sehat masyarakat modern.
Jamu sebagai Warisan dan Identitas
Ketua Dewan Jamu Indonesia DIY, Prof.
Nyoman Kertia, menekankan bahwa jamu memiliki akar sejarah panjang sejak masa Kerajaan Mataram Kuno.
Namun, promosi jamu selama ini dinilai belum maksimal.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Baca Juga : RSUP Dr Sardjito Luncurkan Program Full Day Tingkatkan Pelayanan
“Sering kali muncul pandangan negatif yang tidak sesuai dengan kenyataan manfaat jamu.
Padahal, jamu adalah perpanjangan tangan budaya dan kesehatan Indonesia,” ujarnya.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Sinergi Pariwisata dan Kesehatan
Acara ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota se-DIY, asosiasi pelaku pariwisata seperti PHRI, ASITA, hingga Perhimpunan Pramuwisata DIY.
Tujuannya jelas yaitu membangun sinergi agar jamu hadir di hotel, restoran, hingga kegiatan resmi pemerintahan.
“Kami berharap minuman biasa dapat diganti dengan jamu, sehingga manfaat dan keunikannya dirasakan lebih luas,” tambah Prof.
Nyoman.
Fokus pada Promosi dan Edukasi
Jika sebelumnya perhatian lebih banyak diberikan pada produksi dan pembinaan pengusaha jamu, kali ini fokus utama adalah promosi.
Pengetahuan masyarakat tentang manfaat jamu masih rendah, sehingga edukasi menjadi kunci.
Baca Juga : Dewan Jamu Indonesia DIY Menggelar Rapat di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Ini Yang Dibahas
“Banyak pengusaha jamu kini aktif mengikuti pameran, dan masyarakat mulai menunjukkan minat membeli.
Kuncinya adalah membangun kepercayaan melalui informasi yang benar,” tegas Prof.
Nyoman.
Jamu sebagai Daya Tarik Wisata
Dengan langkah ini, jamu diharapkan tidak hanya menjadi minuman kesehatan, tetapi juga daya tarik wisata khas Yogyakarta.
Wisatawan dapat merasakan pengalaman budaya sekaligus memperoleh manfaat kesehatan.
Jamu pun berpotensi menjadi ikon hospitality, memperkuat citra DIY sebagai pusat budaya dan kesehatan tradisional. (cdr)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
BERNAS 100: Unilever Indonesia Kunci Posisi #1 dengan Portofolio Omnichannel Terdepan
Grok 4.5 Dirilis xAI: Reasoning Real-Time 1 Juta Token, Langsung Tantang GPT-5.4 & Claude Opus 4.7
BCA Dominasi Pilar Perbankan BERNAS 100: CASA Ratio Tembus Rekor, Laba Bersih Tumbuh 11%
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di di yogyakarta
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda