Dari Hobi ke Prestasi, H. M. Idris Bangun Sentra Ayam Bangkok di Cibinong

CIBINONG, BERNAS.ID – Di atas lahan luas sekitar 5.000 meter persegi di kawasan Cibinong, Jawa Barat, berdiri sebuah peternakan ayam bangkok yang dikelola secara profesional.
Peternakan ini dikenal dengan nama Raja Laut Farm (RLF) dan dimiliki oleh H.
Muhammad Idris, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai NasDem.
Sejak memasuki gerbang, pengunjung langsung disambut dua patung ayam jantan kokoh, seolah menegaskan identitas tempat ini.
Di dalamnya, kandang-kandang ayam tertata rapi dengan sistem penangkaran berjenjang.
Suasana peternakan terasa teratur, bersih, dan hidup.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Kokok ayam bersahutan sejak pagi, sementara para pekerja sibuk memberi pakan, membersihkan kandang, hingga menjemur beberapa ayam jantan di bawah sinar matahari.
Baca Juga : PPAKN Jadi Wadah Hobi Ayam Kontes, Idris Tegaskan Komitmen Anti Judi
Idris bercerita, kecintaannya pada ayam bangkok sudah dimulai sejak ia masih duduk di bangku sekolah.
Kala itu ia terbiasa melihat ayahnya memelihara ayam, dan tanpa sengaja ikut terlibat dalam perawatan.
“Sejak kecil saya melihat bapak saya pelihara ayam bangkok, dan tanpa sengaja saya juga ikut pelihara ayam, meski ayam lokal biasa, dan suatu saat saya diberi kepercayaan untuk memelihara ayam sendiri,” kenang pria yang kini juga menjabat sebagai Ketua Umum PPAKN (Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nasional).
Dari satu kandang sederhana, usaha itu berkembang menjadi kandang kedua, ketiga, hingga kini terpisah di sejumlah lokasi.
Idris mengaku sudah lebih dari dua puluh tahun menekuni dunia perayaman, sehingga hafal betul konsep beternak ayam kontes.

Menurut Idris, perkembangan ayam kontes di dunia banyak mengacu ke Thailand.
Tak heran, ia rutin berkunjung ke Negeri Gajah Putih setidaknya dua kali dalam setahun.
Dari sanalah ia membeli bibit unggul sekaligus belajar langsung cara merawat ayam kontes.
“Awalnya saya beternak ayam lokal.
Namun belakangan saya mengikuti perkembangan perayaman di dunia, dan acuan saya untuk beternak ayam kontes adalah Thailand.
Dari para peternak di Thailand itulah saya merasa lebih tertarik lagi untuk mengembangkan banyak hal,” ujarnya.
Baginya, ada kebanggaan tersendiri ketika ayam hasil ternaknya mampu menjuarai kontes.
Namun Idris menekankan, menghasilkan ayam juara bukan perkara mudah.
Baca Juga : Bantah Isu Ayam Hias Miliaran, HM Idris Tegaskan Ingin Fokus Bekerja Demi Warga Jakarta
“Tidak mudah menciptakan ayam champion.
Sebab ayam champion lahir dari darah ayam champion juga. Ayam yang champion saja belum tentu bisa menjadi champion, apalagi ayam yang tidak champion.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolJadi menurut saya ayam bagus lahir dari keturunan yang bagus pula, serta dari proses penyilangan yang tepat,” tegasnya.
Ia juga mengakui, mendatangkan ayam berkualitas dari luar negeri tidaklah mudah, apalagi dengan harga fantastis.
Karena itu, beternak dengan standar tinggi menjadi cara terbaik untuk menghasilkan ayam juara dalam negeri.
Di RLF, ayam-ayam dipelihara dengan sistem skat kandang sesuai fase kehidupannya: mulai dari kandang anakan, kandang masa pertumbuhan, kandang pengobatan, hingga kandang ayam siap kontes.
“Semua ada tahapannya.
Dari kecil dipisahkan, pindah ke kandang pertumbuhan, kalau sakit ada kandang pengobatan, sampai ke kandang ayam siap kontes.
Setelah itu diumbar dan dirawat lebih intensif,” jelas Idris.
Dengan sistem ini, perkembangan ayam dapat terpantau jelas dan kesehatannya lebih terjamin.
Para pekerja rutin memberi vitamin, makanan khusus, dan melakukan latihan fisik agar ayam-ayam tumbuh kuat.
Saat ini terdapat sekitar tiga ribu ekor ayam bangkok di RLF, mayoritas keturunan unggul dari Bangkok, Thailand.
Harga ayam di sini bervariasi, mulai Rp8 juta hingga Rp12 juta per ekor untuk usia 6–7 bulan.
Namun, ayam dengan prestasi kontes bisa bernilai jauh lebih tinggi.
Salah satu ayam fenomenal dari RLF adalah Sarmila, yang pernah tiga kali menjuarai kontes hingga menghadiahkan sebuah mobil untuk Idris.
Pernah ditawar Rp140 juta, Sarmila tetap tidak ia lepas.
“Sarmila sudah mati, tapi anak-anaknya tetap saya rawat.
Itu warisan prestasi,” kenangnya.
Meski memiliki ribuan ayam, Idris memilih metode alami.
Ia menolak penggunaan mesin penetas dan lebih mempercayakan proses perkembangbiakan kepada indukan.
“Biar alami saja.
Vaksin jangan kena matahari, vitamin harus rutin. Semua harus telaten. Itu kuncinya,” katanya.
Idris menyadari, peternakan ayam bangkok kerap dikaitkan dengan praktik judi sabung ayam.
Namun, ia menegaskan bahwa Raja Laut Farm murni difokuskan untuk pembibitan ayam kontes berkualitas.
“Raja Laut Farm ini murni untuk beternak ayam bangkok berkualitas.
Di sini tidak ada yang namanya judi atau sabung ayam. Fokus saya jelas, menghasilkan ayam sehat, kuat, dan siap kontes resmi.
Jadi kalau ada yang bilang ini arena judi, itu tidak benar,” tegasnya.
Menurutnya, tata kelola kandang, perawatan intensif, serta prestasi di ajang kontes resmi adalah bukti nyata bahwa RLF adalah peternakan profesional.
Kini, Raja Laut Farm bukan hanya sekadar peternakan, melainkan juga sentra ayam bangkok unggulan yang dikenal di kalangan penghobi dari berbagai daerah.
Kombinasi antara lahan luas, manajemen rapi, dan dedikasi sang pemilik menjadikan RLF salah satu rujukan utama para pencari ayam kontes terbaik.
“Bagi saya, beternak ayam ini bukan cuma usaha, tapi juga hobi yang saya jalani puluhan tahun.
Kalau dilakukan dengan serius, hasilnya bisa membanggakan,” pungkas Idris. (DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
BERNAS 100: Unilever Indonesia Kunci Posisi #1 dengan Portofolio Omnichannel Terdepan
Grok 4.5 Dirilis xAI: Reasoning Real-Time 1 Juta Token, Langsung Tantang GPT-5.4 & Claude Opus 4.7
BCA Dominasi Pilar Perbankan BERNAS 100: CASA Ratio Tembus Rekor, Laba Bersih Tumbuh 11%
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di tokoh
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda