Danais DIY 2026 Dipangkas, Kang Fuad : Prabowo Tak Akan Jadi Presiden Tanpa Semangat Diponegoro

BANDUNG, BERNAS.ID – Pemerintah pusat menuai kritik keras setelah beredar kabar soal pemotongan anggaran Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026.
Kang Fuad, Sekretaris Jenderal Garda Kemerdekaan, menyebut langkah tersebut sebagai bentuk kebutaan terhadap sejarah panjang perjuangan rakyat Yogyakarta dalam mendirikan dan mempertahankan Republik Indonesia.
“Prabowo Subianto belum tentu bisa menjadi Presiden tanpa perjuangan Pangeran Diponegoro,” tegas Kang Fuad dalam pernyataannya yang menggelora.
Ia menegaskan bahwa semangat Pangeran Diponegoro, tokoh besar dalam Perang Jawa, menjadi inspirasi besar para pejuang kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, pekik perjuangan Diponegoro yang membakar semangat rakyat Mataram menjadi fondasi psikologis bangsa dalam melawan penjajahan Belanda.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045BACA JUGA : Soal Kasus Doxing, DPRD Jabar Desak Diskominfo Minta Maaf secara Terbuka
Lebih lanjut, Kang Fuad menyampaikan bahwa rakyat Yogyakarta bukan hanya mewarisi semangat perjuangan, tapi juga telah terbukti berkontribusi langsung dalam sejarah Republik, terutama dalam peristiwa monumental seperti Serangan Umum 1 Maret 1949.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →“Pemotongan Dana Keistimewaan adalah bentuk indikasi pengabaian terhadap sejarah dan amanat Undang-undang Keistimewaan Yogyakarta.
Jika pemerintah pusat berani memangkas hak ini, berarti mereka sendiri telah berpotensi melanggar undang-undang yang mereka tetapkan,” seru Kang Fuad.
BACA JUGA : Pejabat Setda dan OPD Nyalip Iring-iringan 27 Kabupaten Kota, Gubernur KDM Ngamuk
Ia menegaskan, DIY memiliki struktur pemerintahan khas yang diakui konstitusi—berperan sebagai birokrasi modern di bawah Gubernur, serta penjaga adat dan budaya di bawah Sultan Yogyakarta.
Pemotongan dana, menurutnya, bisa berdampak serius terhadap stabilitas sosial dan budaya di wilayah tersebut.
“Pemerintah harus sadar, rakyat Yogyakarta punya hak untuk menuntut.
Dan Presiden Prabowo harus membuka mata dan hati terhadap sejarah yang membuat bangsa ini berdiri tegak!” pungkasnya. (ARIS)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Strategi Cerdas Menguasai Ekonomi Digital 2045 Melalui Prodi Informatika UNMAHA
Prabowo Subianto Dorong Penguatan Alutsista Domestik, Gandeng BUMN Strategis
Cara Strategis Membangun Kedaulatan Digital Melalui Pendidikan Spesifik Standar Global
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di jawa barat
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda