Beri Akses Layak ke Masyarakat, Pemkot Jogja Bangun Ulang 10 Rumah di Kampung Lampion Kotabaru

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Dalam upaya mewujudkan kawasan permukiman yang layak huni, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta memulai kegiatan penanganan kawasan kumuh di RT 18 RW 04 Kelurahan Kotabaru.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan konsep penataan MAHANANNI (Perumahan dan Permukiman Layak Huni) melalui skema konsolidasi lahan, yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2025.
Program ini bertujuan untuk mengurangi luasan kawasan kumuh sekaligus menuntaskan nilai scoring kumuh menjadi nol, serta menjadi bagian dari Kegiatan Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Kota Yogyakarta.
Acara Peresmian dan Kick Off Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kelurahan Kotabaru Tahun Anggaran 2025 itu digelar Kamis (3/7/2025) pagi di kawasan Kampung Lampion, RT 18 RW 04 Kelurahan Kotabaru Yogyakarta.
Melalui program tersebut 10 rumah yang tidak layak akan dibangun ulang.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menjelaskan, kawasan tepi Kali Code ini harus menjadi kawasan layak, di mana semuanya terhubung jalan.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Ini adalah targetnya menjabat wali kota dalam lima tahun ini.
“Sepuluh rumah akan dibantu [dibangun ulang], [letaknya] mundur, berubah menghadap kali,” ujar dia.
Ia menegaskan, kawasan Kotabaru harus menjadi serambi Malioboro.
Ketika Malioboro kini ditertibkan menjadi kawasan pedestrian, kawasan Kotabaru ke depan juga harus menjadi destinasi baru untuk wisata.
“Karena itu Kotabaru harus menjadi bersih menurut saya.
Tebing-tebing sungai ini harus bersih,” tegasnya.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Di kawasan timur Masjid Syuhada Kotabaru menurutnya juga bakal dibangun lapak-lapak agar mereka yang kini berjualan di trotoar Kotabaru bisa dibersihkan.
Sebab ada banyak keluhan terkait keberadaan mereka.
“Kita juga akan bantu [pembangunan rumah] di kawasan [Sungai] Gajah Wong sebanyak 13 rumah,” imbuhnya.
Baca juga: Kotabaru Heritage Film Festival 2024 Tampilkan 40 Film dari Berbagai Kota
Umi Akhsanti selaku Kepala DPUPKP Kota Jogja menjelaskan, program ini adalah bentuk kerjasama pihaknya dengan dua kampus yakni Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta untuk menata Lampung Lampion.
Harapannya rumah-rumah di kawasan ini akan lebih layak, karena mendapatkan akses jalan.
“Akan ada [pembangunan] jalan 3 meter mepet sungai, nyambung ke Jembatan Kleringan,” kata dia.

Pada tahap awal program ini, pihaknya membangun 10 rumah.
Sebanyak 6 rumah dibangun dengan dana APBD senilai Rp.1 miliar, dan 4 rumah sisanya dibangun dengan dana Rp.650 juta dari pihak lain yakni The Society for the Promotion of Area Resource Centers (SPARC) India dan Strategi Pengkajian Edukasi Alternatif Komunikasi (SPEAK) Indonesia.
Kedua kampus menurutnya membantu dari sisi desain dan perencanaan.
Umi juga menjelaskan, tanah yang dibangun ini statusnya adalah Sultan Ground.
“Harapannya sesudah ditata masyarakat juga akan mendapatkan [Serat] Kekancingan sesuai lokasi [rumah] baru,” kata dia.
Baca juga: Perpus Kota Jogja Kotabaru Buka Hingga Pukul 20:00 Mulai 1 Juli 2025
Sementara itu Wakil Rektor UII Bidang Kemitraan & Kewirausahaan Wiryono Raharjo mengatakan, program ini merupakan bagian kerjasama dari Prodi Arsitektur kampusnya dan UKDW, namun dikembangkan oleh LSM India SPARC yang mengalokasikan dana untuk pembangunan kawasan kumuh di luar India.
Oleh SPARC, program ini menurutnya kini juga dijalankan di Nairobi, Kenya.
“Ini adalah laboratorium untuk belajar bersama yang nantinya akan dijadikan contoh untuk pelaksanaan program yang sama di negara lain, yang dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan di Brazil,” kata dia. (den)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Gubernur Serukan Persatuan pada HUT Sulteng
Samsung Galaxy A57 5G, Seri Paling Tipis dengan AI Lebih Cerdas dan Performa Kencang
Kasus Perceraian di Kapanewon Depok Tertinggi di Kabupaten Sleman
Sulteng Fokus Perbaiki 80 Ribu Rumah Tak Layak
DPUPKP Sleman Fokus Pelihara Jalan Demi Mobilitas Masyarakat
HUT 62 Sulteng, Gubernur Soroti 80 Ribu Rumah Tak Layak
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di daerah
Semantic Authority Linker
Gubernur Serukan Persatuan pada HUT Sulteng
Samsung Galaxy A57 5G, Seri Paling Tipis dengan AI Lebih Cerdas dan Performa Kencang
Kasus Perceraian di Kapanewon Depok Tertinggi di Kabupaten Sleman
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
Jakarta Genggam Peluang Emas: Mengapa Ibu Kota Wajib Jadi Pusat Remote Job Dunia?
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda