Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Dwikorita Karnawati, Rektor Perempuan Pertama UGM Sejak 65 Tahun Berdiri

Oleh: Redaksi Bernas•25 Februari 2016
Dwikorita Karnawati, Rektor Perempuan Pertama UGM Sejak 65 Tahun Berdiri
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"YOGYAKARTA HarianBernas com Salah satu ikon Yogyakarta sebagai kota pendidikan adalah adanya universitas negeri favorit yang menjadi salah satu universitas..."

🗓️ Dipublikasikan pada 25 Februari 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

YOGYAKARTA, HarianBernas.com ? Salah satu ikon Yogyakarta sebagai kota pendidikan adalah adanya universitas negeri favorit yang menjadi salah satu universitas terbaik di Indonesia yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sudah puluhan tahun, UGM selalu menjadi daya tarik tersendiri, baik dari kualitas pendidikannya maupun kisah-kisah yang terjadi di dalamnya. Kebanyakan, kisah-kisah tersebut dibuat oleh para mahasiswa dan juga alumninya.

Belakangan ini, UGM kembali mengukir cerita baru yaitu dengan dipimpinnya UGM oleh rektor perempuan yaitu Prof.

Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. Ia adalah profesor di bidang Teknik dan Geologi Lingkungan di Fakultas Teknik UGM. Sebelumnya, ia telah berhasil menyelesaikan tugasnya sebagai Wakil Rektor Kerjasama dan Alumni.

Kemudian, pada tahun 2014 ia terpilih sebagai rektor menggantikan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., yang terpilih sebagai Menteri Sekretaris Negara sejak 27 Oktober 2014.

Terpilihnya Dwikorita Karnawati tidak melalui perdebatan yang banyak.

Dari lima kandidat calon rektor, ada beberapa yang merasa belum mampu menjadi rektor dan memberikan suaranya kepada Dwikorita.

Ia terpilih sebagai rektor melalui sidang pleno Majelis Wali Amanat (MWA) dalam penetapan rektor antar waktu.

Semua pihak pun merasa legowo dan siap mendukung kerja rektor baru tersebut.

Sebagai seorang profesor bidang geologi, Dwikorita dikenal sebagai pakar dan pengamat masalah kerentanan tanah akibat gempa bumi.

Pasca gempa Yogyakarta Mei 2006 lalu, Dwikorita memberikan sumbangsih melalui salah satu penelitianya yaitu membuat zona atau peta daerah Bantul yang rawan terhadap gempa bumi dan tingkat intensitas kerentanannya pasca gempa 27 Mei 2006.

Dalam skala internasional, Dwikorita Karnawati pun terkenal di mata dunia. Kontribusinya pada sains diakui secara internasional oleh The International Consortium ? United Nations International Strategy on Disaster Reduction (UN-ISDR) yang menganugerahinya The International Award pada tahun 2011.

Gelar sarjana ia peroleh di almamaternya yaitu Fakultas Teknik, UGM pada tahun 1988.

Kemudian, ia melanjutkan studi S2 dan S3 nya di Leeds University, Inggris.

Dwikorita Karnawati mendapatkan gelar doktor dari Department of Earth Sciences di Leeds University, Inggris, tahun 1996.

The International Consortium on Landslides yang memilihnya sebagai Vice-President berkat karya-karya inovatifnya dalam mengembangkan Pengurangan Resiko Bahaya Longsor berdasar komunitas dan teknologi pribumi.

Masa SMA ia habiskan di sekolah favorit di Yogyakarta yaitu SMA N 1.

Disebut-sebut, ia adalah sahabat karib dari Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti. Mereka pernah belajar dalam satu kelas dan duduk satu bangku.

Tentu mereka sekarang sudah menjelma menjadi orang-orang hebat yang dimiliki Indonesia.

Dwikorita Karnawati adalah salah satu dari banyak perempuan Indonesia yang sudah membuktikan bahwa tidak ada diskriminasi dalam berkarya dan meraih kesuksesan.

Mimpi itu gratis hanya kita yang harus memantaskan diri untuk bisa meraihnya.

Tag:#inspirasi#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram