YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Ujicoba penutupan Malioboro dan pemberlakuan manajemen lalulintas baru sudah berakhir Minggu (15/11/2020) kemarin. Sejak hari ini, mulai diberlakukan manajemen lalulintas baru di kawasan Malioboro.
“Sekarang sudah penerapan. Bukan lagi ujicoba,” tegas Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti di kawasan Malioboro, Senin (16/11/2020).
Ia menjelaskan, pemberlakuan manajemen lalu lintas pendukung pedestrian Malioboro ini secara umum tidak jauh beda dengan masa ujicoba.
Yang sama adalah giratori atau pengaturan jalur searah. Yang berbeda hanya jam akses kendaraan menuju Malioboro.
“Yang dilarang jam 18:00 WIB sampai 21:00 WIB. Selebihnya (kendaraan bermotor) bisa silakan masuk Malioboro,” katanya.
Ia menjelaskan, keputusan ini merupakan kajian bersama Pemkot Yogyakarta dengan Polresta Yogyakarta dan Dishub DIY.
Fungsi sosial, ekonomi, dan transportasi Malioboro, menurut Haryadi semua diperhitungkan.
“Mohon semua pihak yang berkepentingan memahami,” katanya.
Manajemen lalu lintas ini menurutnya akan berlangsung sampai waktu yang belum ditentukan. Dan tidak akan diubah kecuali ada sesuatu hal yang sangat mendesak.
“Namun tetap akan dievaluasi saat long weekend maupun normal,” imbuhnya.
Di samping Malioboro, menurutnya ke depan kawasan Tugu Pal Putih juga akan diterapkan menjadi kawasan pedestrian. Karena itu, saat ini sedang dilakukan penataan di sana, termasuk menempatkan kabel listrik di bawah jalan.
“Untuk Malioboro, sirip-sirip jalan juga akan ditata lagi, ditambahi rambu-rambu,” jelasnya.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro menambahkan, untuk sementara polisi tidak akan memberlakukan tilang bagi pelanggar arus lalulintas Malioboro.
Yang diberlakukan hanya peneguran.
“Kami siapkan anggota di titik-titik tertentu agar (pengendara) mematuhi jalur pedestrian baru,” tegasnya. (den)

