Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Lakukan Tahapan Berikut Jika Sekolah Ingin Benahi Digital Marketing di Era Kebiasaan Baru Saat Ini

Oleh: Redaksi Bernas•7 Juni 2020
Lakukan Tahapan Berikut Jika Sekolah Ingin Benahi Digital Marketing di Era Kebiasaan Baru Saat Ini
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Sebelum pandemi Covid19 strategi marketing sekolah belum terfokus pada platform digital Bisa dikata sekolah merasa sudah melaksanakan digital..."

🗓️ Dipublikasikan pada 7 Juni 2020.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

Bernas.id – Sebelum pandemi Covid19, strategi marketing sekolah belum terfokus pada platform digital. Bisa dikata, sekolah merasa sudah melaksanakan digital marketing jika sudah membuat Website yang berisikan informasi sekolah dan pendaftaran murid baru. Saat pandemi datang, mau tidak mau sekolah dipaksa untuk memikirkan kembali strategi marketing-nya, termasuk dalam platform digital.

Sebuah konsultan digital marketing di Inggris thevirtualmarketer.co.uk memberikan empat tahapan yang harus dilewati sekolah saat melakukan strategi digital marketing.

Tahapan yang pertama adalah meningkatkan eksistensi nama sekolah dalam jaringan media sosial maupun Internet, seperti di Instagram, Facebook, dan Twitter. Sekolah harus memiliki target berapa persen peningkatan kunjungan Website yang diinginkan. Strategi yang diterapkan adalah meletakkan konten yang relevan dengan kondisi murid maupun orangtua.

Sehingga akan ada lalu lintas kunjungan baru, pengunjung baru, dari pencarian kata kunci tanpa menggunakan nama sekolah. 

Tahapan kedua adalah menimbulkan ketertarikan. Saat ini eksistensi sekolah dalam media sosial hanya berupa unggahan yang bersifat informatif, tetapi bukan yang bersifat melibatkan (engaging). Tentunya, hal ini membutuhkan konten video dan animasi yang kreatif dan harus jelas targetnya seberapa besar peningkatan pelibatan dalam media sosial yang diinginkan.

Sehingga akhirnya bisa menghasilkan banyak jumlah likes dan menambah pengikut. 

Tahapan ketiga adalah meningkatkan level konversi. Tentunya konversi yang diinginkan adalah jumlah pendaftaran murid baru yang terjadi karena adanya aktivitas dari digital marketing sekolah. Strategi dalam melaksanakan hal ini ada dua, yaitu melakukan kampanye testimoni dari orangtua maupun murid di Website dan video, serta merancang iklan di media sosial. 

Tahapan keempat adalah meningkatkan advokasi jangka panjang.

Tujuannya adalah memastikan para orangtua yang menyekolahkan putra-putrinya memberikan testimoni yang bisa disebarkan selama tahun-tahun pelajaran berikutnya.

Sekolah bisa memberikan ruang di media sosialnya untuk orangtua memberikan umpan balik dan testimoni, baik melalui Website maupun media sosial.

Targetnya adalah mencapai jumlah umpan balik dan testimoni dari berbagai pihak.

Dalam era kebiasaan baru ini, keberadaan sekolah di media sosial menjadi penting sehingga strategi digital marketing akan membuat publik melihat sekolah sebagai lembaga yang memiliki kredibilitas yang tinggi dan bisa dipercaya. 

Artikel ini ditinjau ulang oleh redaksi bernas.id pada 4 Oktober 2026.

Pembahasan mengenai tahapan pembenahan digital marketing sekolah tetap relevan bagi pengelola lembaga pendidikan yang ingin beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat.

Topik ini bersifat mendasar dan dapat diterapkan kapan pun, tidak bergantung pada momen atau kebijakan sesaat.

Karena itu, panduan semacam ini layak dijadikan rujukan berkelanjutan untuk memperkuat strategi promosi sekolah di era digital.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram