BERNAS.ID – Tagar #belvadevara menjadi trending topic di Twitter, Rabu (22/4/2020), karena keputusannya mundur dari Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rupanya pemilik nama lengkap Adamas Belva Syah Devara itu sudah mengundurkan diri per 15 April lalu. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.
“Memang benar, Presiden sudah menerima surat pengunduran diri dari Staf Khusus Presiden, Saudara Adamas Belva Syah Devara,” ungkap Pramono Anung, Selasa (21/4/2020) kemarin.
Pramono menyatakan Jokowi telah memahami alasan pengunduran diri #belvadevara.
Jokowi, katanya, hanya ingin anak muda ikut berkontribusi dalam kemajuan Indonesia.
“Dari awal Bapak Presiden menginginkan anak-anak muda yang berpotensi seperti Belva untuk bergabung dalam pemerintahan sehingga bisa berkontribusi dengan gagasan-gagasan inovatif, kreatif, sekaligus memberikan ruang belajar bagi anak-anak muda terkait tata kelola pemerintahan,” imbuhnya.
Diketahui Belva Devara membangun perusahaan startup bernama Ruang Guru bersama sahabatnya Muhammad Iman Usman pada 2016 lalu. Ruang Guru bergerak di bidang pembelajaran via online dan sampai saat ini terus berkembang. Sayangnya, #belvadevara memilih mundur karena tidak ingin menimbulkan konflik kepentingan Ruang Guru yang terlibat dalam program Kartu Prakerja.
Ia pun yakin tidak ada masalah dengan keterlibatan Ruang Guru dalam program Kartu Prakerja.
Menurutnya, kebijakan itu sudah sesuai dengan aturan. Kendati demikian, CEO Ruang Guru itu tak ingin jabatannya sebagai Stafsus Presiden Jokowi malah memecah konsentrasi pemerintah dalam penanganan Covid-19.
“Saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin membuat polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan, yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi Covid-19,” tulis Devara dalam surat terbukanya.
Netizen pun turut menuliskan beragam tanggapan soal keputusan #belvadevara yang mundur dari Stafsus Jokowi. Ini cuitan netizen yang dihimpun Bernas.Id, Rabu (22/4/2020):
“Tepuk tangan dan angkat topi q utk #belvadevara Politik memang kejam dan kotor, jangan patah arang tuk membangun negeri kawan, sukses selalu,” cuit @febriyant50
“Sesama pribumi anak bangsa seharusnya saling mendukung, kalau ada orang pribumi yg baru mau sukses sedikit saja sudah diserang, kapan orang pribumi anak bangsa yg bisa jadi konglomerat? #belvadevara,” tulis @aagami69
“Langkah yang tepat dik #belvadevara.
Ini pelajaran buat kalian anak muda untuk lebih maju. Bayar dengan prestasi yang lebih cemerlang,”

