JOGJA, BERNAS.ID- Tiga wanita cantik terlihat luwes menjadi model puluhan fotografer dari Yogyakarta. Tak hanya mengekpresikan kebiasaannya menangkap momen bagus dengan lensa bundarnya, para fotografer ini sedang mengikuti Lomba Fotografi Model di The Gade Coffe and Gold yang diadakan Pegadaian, Danurejan, Kota Yogyakarta, Sabtu 28 September 2019.
Nirawan Hadi, Kepala Cabang Pegadaian Lempuyangan Kota Yogyakarta mengatakan Lomba Fotografi Model ini bertujuan untuk promosi The Gade Coffe and Gold agar semakin dikenal para milenial dan para penikmat kopi. Ia pun mengakui masih sedikitnya orang yang baru mengetahui The Gade Coffe and Gold yang baru setahun berdiri ini, sebagai cabang usaha Pegadaian, padahal bisa dimanfaatkan untuk kepentingan meeting atau sekedar santai.
Kenapa para pesertanya fotografer?
Nirawan menjawab karena para peserta lomba mempunyai akun instagram yang nantinya akan dipakai untuk mengunggah foto hasil jepretannya itu, lalu tag ke akun instagram The Gade Coffe and Gold sehingga diharapkan viral ke masyarakat.
“Tujuan kita biar nyebar, oh di Pegadaian itu ada The Gade Coffe and Gold,” ucapnya.
Dengan lomba fotografi model ini, Nirawan juga ingin menyampaikan kepada para milenial bahwa Pegadaian sudah bertransformasi sesuai perkembangan zaman. “Selain melayani gadai apabila ada yang sedang membutuhkan uang di The Gade Coffe and Gold, Pegadaian juga sudah meluncurkan aplikasi PDS atau Pegadaian Digital Service,”katanya.
Melalui aplikasi PDS ini, masyarakat akan bisa melakukan berbagai kegiatan seperti menabung emas dalam layanan Tabungan Emas yang bisa dicairkan dalam bentuk uang atau emas. “Di Pegadaian, tidak akan membuka privasi orang seperti aplikasi lain. Misal, kalau benar-benar macet, kita tidak akan langsung menurunkan debt collector. Kita akan memberi tahu kepada konsumen dengan hati-hati,” jelasnya.
Nirawan mengatakan di area cabang Yogyakarta yang termasuk Magelang dan Purworejo sudah ada 3000 lebih orang yang menggunakan PDS.
Ia menyampaikan saat ini para pemakai PDS masih banyak didominasi laki-laki usia produktif 25 tahun sampai 45 tahun seperti mahasiswa.
“PDS itu seolah-olah outletnya Pegadaian yang ada di genggaman untuk menabung, mengajukan pinjaman, atau menebus gadai ada di situ.
Ragam transaksi di dalamnya banyak dengan berbagai promo,” tandasnya. (jat)

