Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Kebutuhan Uang Kartal Ramadan dan Idulfitri DIY Diprediksi Sebesar Rp5,6 Triliun

Oleh: Redaksi Bernas•7 Mei 2019
Kebutuhan Uang Kartal Ramadan dan Idulfitri DIY Diprediksi Sebesar Rp5,6 Triliun
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Uang kartal lebaran BI..."

🗓️ Dipublikasikan pada 7 Mei 2019.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

YOGYA, BERNAS.ID -Bank Indonesia memprediksi, permintaan yang kartal perbankan DIY untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2019 sebesar Rp5,6 triliun.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) DIY Hilman Tisnawan mengatakan jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 7,6%  dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp5,2 triliun.

“Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan uang kartal di DIY pada periode Ramadan dan Idulfitri 2019, Bank Indonesia DIY telah menyiapkan uang kartal baik kertas maupun logam dalam jumlah yang cukup,” jelas dia dalam acara Buka Bersama Media di Gedung Heritage, KPw BI DIY, Jogja, Rabu (8/5/2019) petang.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan uang tunai ketika Ramadan dan Idulfitri 2019. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil (UPK) selama Ramadan dan Idulfitri di DIY, BI bekerja sama dengab perbankan membuka loket penukaran untuk wilayah DIY.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sri Fitriani menambahkan, untuk loket penukaran di wilayah Jogja dan sekitarnya sebanyak 92 titik loket penukaran. Loket penukaran ini akan buka mulai 13-29 Mei dengan jam operasional pukul 09.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB.

“Loket penukaran perbankan tersebar di empat kabupaten dan kota di wilayah DIY sebanyak 86 loket,” ujar dia.

KPw BI DIY beserta perbankan juga melakukan kegiatan pelayanan penukaran drivethru Kas Mobil Bersama yang diikuti sembilan bank secara bergantian di Balai Kota Jogja.

Adapun sembilan bank tersebut BNI, Mandiri, BRI, Permata, BPD DIY, BSM, BRI Syariah, BTN, dan CIMB Niaga. Kegiatan penukaran ini dirangkai dengan sosialisasi ciri keaslian uang dan menjaga perlakuan uang dengan baik.

Ia menjelaskan di samping pembukaan loket-loket penukaran oleh perbankan DIY, layanan khas keliling BI juga melayani penukaran di 12 tempat strategis di beberapa instansi dan pasar tradisional. Penukaran dapat melakukan penukaran UPK sebanyak Rp3,8 juta per orang.

“Dengan dibuatnya loket penukaran di beberapa wilayah di DIY diharapkan masyarakat yang membutuhkan UPK dapat melakukan penukaran di tempat resmi,” tandasnya. (den)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram