SLEMAN, BERNAS.ID- Sekira pukul satu siang, warga kawasan Munggur, Condongcatur, Sleman, digegerkan karena adanya pengepungan terhadap salah satu asrama khusus mahasiswa luar oleh ratusan ojek online. Pengepungan ini dipicu karena seorang wanita paruh baya yang kebetulan berprofesi sebagai ojek online mengalami penganiayaan oleh salah satu oknum yang tinggal di asrama mahasiswa tersebut.
Para ojek online pun semakin tersulut solidaritasnya karena dikabarkan juga ada percobaan pemerkosaan terhadap wanita paruh baya tersebut.
Panit Reskrim Polsek Depok Timur, Ipda Bambang Widiatmoko menjelaskan korban berteman dengan pelaku karena sebelumnya berkenalan melalui Facebook. “Ibu ini berteman dengan pelaku yang di asrama via Facebook. Pelaku menawarkan, kamu mau kaos atau tidak, kalau mau ke sini.
Saya tidak tahu di dalam mereka berdua sehingga kamarnya dikunci.
Tidak tahu ada apa, salah komunikasi atau apa, atau keinginannya tidak terpenuhi, lalu terjadi penganiayaan,” jelasnya ketika ditemui di lokasi, Kamis 21 Maret 2018.
“Urusannya mau ambil kaos, nggak tahu mau kasih apa. Bukan atas nama lembaga online, tapi karena sharingnya ke teman ojek online sehingga solidaritas.
Ini bukan kaitannya karena pesan ojek online,” imbuhnya.
Ipda Bambang mengetahui kejadian penganiayaan ini karena korban melapor ke Polsek Depok Timur setelah melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Condongcatur. “Karena ada kabar asrama dikepung ojek online dari korban, kami datang ke lokasi untuk tindakan pendekatan persuasif. Jangan sampai ada gesekan,” ujarnya.
Ia pun mengatakan sementara pelaku dicari tidak ada. “Kita masih serahkan ini kepada yang dituakan di sini. Kalau dari versi korban, mengaku dianiaya, pelaku memukul wajah tiga kali.
Masih kelihatan ada luka di bagian bibir,” tukasnya.
Sedangkan, Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Anggaito Hadi Prabowo di lokasi kejadian mengatakan hal terpenting pengepungan bubar dulu dan kondusif dulu. “Untuk pelaku, prosesnya melalui hukum saja karena korban sudah melaporkan ke polsek. Dari laporan polisi itu, nanti kita tindaklanjuti,” katanya.
Dari pantauan Bernas.id, massa ojek online mulai membubarkan diri sekira pukul 15.18 WIB.
Ketika dikonfirmasi wartawan, wanita paruh baya selaku korban penganiayaan itu tidak mau dipublikasikan. Ia justru menyebutkan ciri-ciri pelaku seperti badan kecil, tinggi, kurus, rambut pendek, kulit hitam, dan memakai cincin perak.
Wawan, koordinator asrama yang ditugasi Pemda asrama tersebut mengatakan akan membantu mencari pelaku.
Ia juga menuturkan pelaku telah keluar lewat pintu utara berdasarkan kesaksian warga. “Kita akan bantu cari orangnya, kalau ketemu kita antar ke Polsek.
Menyerahkan semuanya ke proses hukum,” tandasnya. (jat)

