YOGYA, BERNAS.ID – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengadakan roadshow Sosialisasi Program Katapel, Rabu (6/3/2019) di Galeria Mal. Ini dilakukan untuk membantu pelaku kreatif mengkomersialisasikan intellectual property (IP) atau hak kekayaan intelektualnya. Pasalnya, tingkat kesadaran register (pendaftaran) IP pelaku kreatif lokal masih rendah, baru sekitar 7,25 persen.
Plt.
Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Bekraf, Fahmy Akmal menjelaskan, Katapel merupakan program yang digagas Deputi Pemasaran Bekraf untuk menjembatani pelaku kreatif atau pemilik IP dengan para ahli di bidang pemasaran lisensi IP.
Katapel memiliki makna sebagai pelontar yang membuat benda yang dilontarkan melesat jauh.
“Sesuai filosofi tersebut, diharapkan program ini membuat pelaku kreatif semakin maju dan melesat tinggi, baik dari segi wawasan memasarkan karya maupun pendapatan dan pengembangan bisnisnya,” ujarnya.
Program yang bekerja sama dengan Perkumpulan Pop Culture Indonesia dan Danumaya Dipa ini memasuki penyelenggaraan tahun kedua dan akan digelar pada 9-12 April 2019 di Jakarta. Sebelum penyelenggaraan tersebut, dilakukan roadshow di tiga kota, yakni Bandung (4/3), Yogyakarta (6/3), dan Surabaya (20/3).
Di Yogyakarta, roadshow Katapel dilaksanakan di Canting Restaurant dengan menghadirkan 100 peserta.
?Tiga kota tersebut dipilih menjadi lokasi pelaksanaan roadshow karena berdasarkan data pendaftaran terbuka Katapel Batch 1, banyak sekali potensi kreator lokal yang berasal dari sana (Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya). Namun belum berkesempatan terpilih menjadi peserta workshop karena belum memenuhi kriteria,? ungkapnya.
Oleh karena itu, melalui roadshow ini diharapkan pelaku kreatif lokal mendapat pengetahuan tentang cara memonetisasi atau mengkomersialisasikan kekayaan intelektual karya yang dimiliki, langsung dari ahli yang kredibel di bidangnya. Selain itu, kegiatan ini sekaligus untuk persiapan seleksi pendaftaran terbuka workshop Katapel Batch 2 yang dibuka mulai 6 Maret melalui website Katapel id.
Program Director Katapel.id Mayumi Haryoto
menjelaskan peserta yang lolos workshop akan dikurasi dan dipilih 20 besar yang kemudian disaring lagi menjadi lima besar yang akan dikirim ke ajang lisensi kekayaan intelektual internasional untuk bertemu investor guna merambah pasar domestik maupun internasional.
Sementara itu, Katapel Batch 1 yang dilaksanakan pada 31 Oktober-3 November 2018, telah terpilih 15 IP untuk mengikuti demo day dan dipilih lima terbaik untuk mengikuti trade show berskala internasional, yakni Hong Kong International Licensing Show (HKILS) pada 7-9 Januari 2019 lalu.
Lima besar IP terbaik tersebut, di antaranya Tahilalats, HeyBlo, Komik Ga Jelas, Garudayana, dan Emak-Emak Matic.
Melalui keikutsertaan dalam HKILS, berbagai tawaran business and licensing deals diperoleh dari beragam negara, seperti Indonesia, Taiwan, China, Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan, dan Filipina. Tak hanya mengikuti trade show, lima besar Batch 1 juga mendapat keuntungan untuk mengikuti mentoring program selama 12 bulan, yakni berupa bimbingan dalam mengembangkan IP dan meraih licensing deals yang dimentori oleh tim Katapel.
“Diharapkan apa yang dihasilkan para kreator ini bisa mempunyai nilai ekonomis,” kata Mayumi (den)

