SLEMAN, BERNAS.ID- Pemetik bass band musik Seventeen asal Yogyakarta, M Awal Purbani atau Banni (36) dinyatakan menjadi korban yang meninggal dunia akibat bencana alam tsunami di Pantai Tanjung Lesung, Banten kemarin malam, Sabtu 22 Desember 2018.
Ayahanda Bani bassist Seventeen, Fajar Wibowo (57) mengaku mendapat kabar duka anak pertamanya dari kru yang ada di sana. “Kalau berita saya dapat berita dari krunya sana yang menyampaikan berita itu. Terus kemudian kirim foto, ada dua macam, ketika pas manggung terus kemudian ketika sudah tidak ada di situasi tertelungkup di situ,” katanya kepada Bernas.id di rumahnya, warga Gamping Tengah, RT04/RW15, Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu 23 Desember 2018.
Awalnya, ia masih belum percaya, tapi setelah ada berita dari vokalis Seventeen, Ivan, menyampaikan hal yang sama kepada istrinya bahwa itu memang Bani, kemudian ia baru percaya.
“Situasi terkini masih dalam proses karena bencana alam. Katanya ada proses dilibatkan dengan Pemda sana, ada serah terima seperti itu.
Nanti rencana dari Banten ke Jakarta, dari Jakarta ke sini. Tapi harapan kami tadi pagi, inginnya hari ini atau nanti sore atau nanti malam sudah bisa sampai di sini.
Kami tidak tahu persis datangnya sampai jam berapa,” imbuhnya.
Fajar Wibowo pun mengatakan Senin (24/12) besok siang menjadi kepastian rencana pemakaman, pukul 2 siang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gamping Tengah.
Sosok Bani di mata Ayahnya merupakan pribadi yang baik. “Menurut saya baik dengan orang, tetangga, dan teman juga baik,” ucapnya.
Kontak terakhir Bani dengan keluarga sekitar dua atau tiga hari yang lalu melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.
Bani berpesan akan membantu biaya sekolah sang adik.
Keluarga mengakui tidak ada firasat tentang akan kepergian sang anak pertama dari lima bersaudara ini. Diceritakan Ayahnya, Bani sudah berkeluarga dan memiliki dua anak, satu perempuan berumur 3 tahun dan satu anak masih dalam kandungan. (jat)

