Bernas.id- Chairul Tanjung (CT), Chairman CT Corp mengatakan di era disrupsi melahirkan generasi baru. Generasi itu bernama Me Generation atau Milenial yang memiliki rasa keakuan yang lebih tinggi, aku yang lebih dahulu.
Orang terkaya versi Majalah Forbes ini menyebut Generasi Me memiliki karakter atau ciri tersendiri. “Pertama device and social media. Saat ini lebih baik ketinggalan handphone daripada dompet.
Kalau sedang makan apapun, jepret dan share,” katanya di Executive Lecture Series bertema “Kepemimpinan Inovative di Era Disrupsi”, Hotel UC UGM, Jumat 30 November 2018.
Ia pun menyebutkan ciri-ciri berikutnya, yaitu Work Play Fun. Ketika bekerja, generasi muda tidak mau bekerja dengan formal, tapi bekerja harus dikerjakan dengan senang seperti bermain. ciri berikutnya sangat konsumtif, Consumerism as Life.”Kredit 500 juta, 300 juta untuk beli mobil. Karena gaya hidupnya yang membuat dia tidak sukses,” ujarnya.
Namun, Generasi Milenial sangat mudah kolaboratif dengan yang lain, highly collaborative and low attention span.
Selain itu, sangat entrepreneurial, tapi eksekusinya lemah dengan tingkat kesuksesanya rendah. “Tidak konsumtif itu kunci sukses entrepreneurial, tapi millenial konsumtif,” ujarnya.
“Ciri yang lainnya, gampang terpengaruh media sosial. Kalau ada fitnah terhadap seseorang langsung dipercaya, lalu kalaupun itu tidak benar ya tidak masalah,” imbuhnya.
Ia pun menyebut Generasi Milenial akan lebih baik keluar uang untuk liburan daripada membeli aset seperti menabung misal untuk beli mobil. “Liburan hanya untuk jepret, misal berfoto di Menara Eiffel karena ini menyangkut harga diri,” ujarnya.
Generasi Milenial, sebut Chairul juga memiliki waktu olahraga yang lebih sekali dari seminggu. Buktinya, sekarang banyak gym yang ramai anak muda.
Selain berniat untuk berbelanja lebih banyak, Generasi Milenial memiliki banyak waktu untuk menggunakan internet lebih panjang sekitar 8 jam.
Namun, milenial pun punya budaya kerja yang kreatif sehingga banyak yang ingin berhenti dari kantor formal.
CT pun menegaskan bahwa kita saat ini mengalami dua disrupsi, yaitu Disrupsi Teknologi dan Disrupsi di bidang gaya hidup (lifestyle). (jat)

