Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Merajut Keberagaman Musik Indonesia Melalui FBM 2018

Oleh: Redaksi Bernas•20 Agustus 2018
Merajut Keberagaman Musik Indonesia Melalui FBM 2018
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Mengulang kesuksesan perhelatan tahun 2017, warga Kampung Musikanan, Kelurahan Penembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, kembali menggelar Festival Budaya Musik..."

🗓️ Dipublikasikan pada 20 Agustus 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita budaya terbaru →

Bernas.id — Mengulang kesuksesan perhelatan tahun 2017, warga Kampung Musikanan, Kelurahan Penembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, kembali menggelar Festival Budaya Musikanan (FBM) 2018, Minggu, 26 Agustus 2018, Pukul 09:00-23:00 WIB, bertempat di Halaman SDN Keputran, Kampung Musikanan, tepatnya selatan Alun-alun Utara, Yogyakarta.

Kegiatan FBM 2018 bertajuk ?Merajut Keberagaman Musik Indonesia? ini, terbagi dalam tiga segmen, yaitu Musikanan Talkshow, Bazaar & Culinary, dan Special Performance. Musikanan Talkshow, dengan tema History of Musikanan akan mengulik soal sejarah kampung, kondisi kini, hingga masa depan Kampung Musikanan.

?Musikanan Talkshow kami akan menghadirkan nara sumber Priyo Mustiko dari Jaringan Masyarakat Budaya Nusantara (JMBN), membahas sejarah kampung, kondisi kini, dan masa depan Kampung Musikanan. Karena kampung kami dahulunya kawasan tempat tinggal abdi dalem (pegawai) Kraton Yogyakarta yang berprofesi sebagai pemusik kerajaan, maka berharap harus tetap tampak karakternya sampai kapan pun,? papar Ketua RW 15 Musikanan, Sigit Wicaksono, S.Kom, kepada, Bernas.id, Selasa (21/08/2018).

Sementara Special Performance, adalah pertunjukan panggung, dengan menampilkan Cakra Budaya (Dance), Musikanan Brass Band, Tigang Tatu (Ethnic Music), Sobooh (Keroncong Music), Songket Artta (Ethnic Music).

Sedangkan Bazaar & Culinary, berupa gelar potensi aneka ragam kuliner dan kerajinan produk dari warga setempat.

Sigit Wicaksono, menambahkan, kegiatan FBM 2018, selain dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 73 Republik Indonesia dan untuk mendukung pariwisata Kraton Yogyakarta, juga untuk membangkitkan kembali peninggalan para pendahulu, bahwa Kampung Musikanan merupakan satu-satunya kampungnya pemusik di Kota Yogyakarta.

?Penyelenggaraan Festival Budaya Musikanan, berharap bisa menjadi agenda tahunan dalam event musik dan dapat dukungan dari Pemerintah Kota Yogyakarta, khususnya Dinas Pariwisata. Sehingga keberadaan Kampung Musikanan akan tampak kembali semarak seperti jaman para pendahulu kami. Dan tentunya adanya penghargaan yang layak bagi pemusik, agar warga yang masih melestarikan profesi leluhurnya tidak hijrah ke Jakarta, maupun kota-kota besar lainnya yang memberikan penghargaan lebih terhadap profesi pemusik,?imbuhnya. (ted)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram