Bernas.id – Suasana sibuk terlihat semenjak sekitar pukul 14.30 WIB di Masjid Jogokaryan. Ibu-ibu terlihat sibuk menyiapkan menu buka puasa di masjid tersebut, selama Ramadan ini. Beberapa menyiapkan peralatan makan, yang lainnya menaruh makanan berbuka ke atas meja.
Menu buka puasa yang disajikan terdiri dari nasi, lauk, minuman, dan buah.
Setiap hari, masjid ini menyediakan 2.500 porsi makanan untuk berbuka puasa. Tiap hari menu berbuka yang disajikan berganti- berganti. Panitia menjadwalkan setiap kelompok ibu di sekitar Jogokaryan untuk menyiapkan hidangan berbuka.
Seorang ibu bernama Umi terlihat sibuk menyiapkan hidangan bersama ibu-ibu lainnya.
Karena porsi yang dibutuhkan banyak, tenaga yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Total ada sekitar 28 kelompok ibu-ibu yang bertugas mempersiapkan aneka makanan berbuka. Masing-masing kelompok terdiri dari 20-25 orang.
Menu yang disajikan dibebaskan, sesuai keinginan dan kemampuan masing-masing kelompok.
“Kebetulan ini jadwal kelompok saya. Sebelum Ashar semua sudah siap di masjid. Kami membuat menu soto untuk buka puasa,” kata Umi, Sabtu (2/6).
Para ibu-ibu ini dengan sukarela membantu memasak hidangan buka puasa.
Mereka bahkan ikut menyumbangkan dana pribadi untuk menutupi kekurangan biaya. Satu porsi dianggarkan Rp9.000.
“Tiap kelompok kami beri anggaran Rp11 juta untuk menyiapkan lauk. Kalau ada kekurangan mereka yang melengkapi.
Kalau habisnya Rp15 juta, yang Rp4 juta dibagi rata,” terang Anjang Nur Rohman, takmir masjid Jogokaryan
Donasi untuk buka bersama terus mengalir diberikan jamaah masjid. Tiap Ramadan, dana yang dikeluarkan untuk buka puasa bersama sekitar Rp500 juta lebih.
“Alhamdulillah, sampai hari ini sudah terkumpul Rp700 juta. Semua dari donatur.
Karena kebutuhan kami hanya Rp550 juta, sisanya kami salurkan ke masjid-masjid binaan yang juga menggelar takjilan,” katanya.
Selain menjadi tempat berbuka puasa, tiap sore selama Ramadan, masjid ini juga dipenuhi jamaah untuk mendengarkan ceramah. Siraman rohani sembari menanti saat berbuka puasa pun diminati masyarakat sekitar masjid. (Den)

