Bernas.id – Ya dari hati, menulis memang harus didasari oleh keinginan hati. Kekuatan hati yang kuat dan tekad yang membaja akan membuat tulisanmu memiliki taji. Jika menulis hanya untuk coba-coba, tulisanmu tentu tak akan maksimal.
Untuk itu, yakinkan hatimu saat akan menulis.
Menulis kini memang begitu dekat dengan ranah gaya hidup anak muda. Buktinya, maraknya bakat menulis dengan spontanitas yang menarik, lalu terunggah melalui tulisan-tulisan pendek yang bertebaran di blog, jejaring sosial, dan lain sebagainya. Teknologi seolah memfasilitasi manusia untuk menulis.
Sebagian besar pun menyukai menulis fiksi.
Baca juga: Pengertian Interpretasi, Tujuan, dan Macam-macamnya
Menulis fiksi itu memang gampang lho. Tak percaya. Kalau kamu sedang bercerita atau berkhayal dengan temanmu, lalu merasa itu sungguh-sungguh nyata terjadi, artinya kamu punya bakat sebagai pencerita.
Fiksi adalah cerita rekaan, yang di dalamnya kamu boleh memasukkan segala kemungkinan.
Tentunya, kemungkinan-kemungkinan itu harus disertai dengan bekal pengetahuan yang cukup agar ceritamu benar-benar nyata. Banyak membaca tentu menjadi solusinya.
Berikut ini, kutipan-kutipan dari penulis terkenal yang akan memotivasimu untuk menulis:
“Kalau nulis dari dalam hati, yang namanya ide tulisan akan jalan terus,” Fira Basuki.
“Jika ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak menulis karena tidak tahu apa yang mau ditulis, berarti orang itu belum betul-betul ingin menulis,” Putu Wijaya.
“Mengarang itu gampang karena bisa dipelajari,”Arswendo Atmowiloto
“Menulis itu: belajar lagi, membaca lagi, menulis lagi,” Sapardi Djoko Damono
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap

