Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Terus Tuai Kontroversi, IAIN Salatiga Tak Larang Cadar dengan Syarat Ini

Oleh: Redaksi Bernas•8 Maret 2018
Terus Tuai Kontroversi, IAIN Salatiga Tak Larang Cadar dengan Syarat Ini
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Iain Salatiga tidak melarang memakai cadar..."

🗓️ Dipublikasikan pada 8 Maret 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

Bernas.id – Pelarangan cadar semakin menuai kontroversi. Sebuah langkah tegas dan berani dilakukan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta. Tindakan yang akan menuai kontroversi itu melarang mahasiswi menggunakan cadar di lingkungan kampus.

Pelarangan pemakaian cadar selama aktivitas kampus disampaikan Rektor UIN Suka, Yudian Wahyudi.

Ancamannya tak main-main, mengeluarkan mahasiswi yang tetap menggunakan cadar dengan catatan sudah mendapat tujuh kali diperingatkan dan sudah dibina, (5/3/2018).

Mengikuti langkah UIN SUKA, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta juga akan ikut melakukan pembinaan dan mendata mahasiswanya yang bercadar. Rektor UAD, Kasiyarno, Rabu (7/3/2018), kepada wartawan mengatakan pihaknya sudah meminta jajaran Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) untuk mendata mahasiswi yang bercadar.

Penolakan pelarangan pemakaian cadar pun sudah disampaikan ke UIN SUKA oleh Forum Ukhuwah Islamiyah DIY, Mualaf Center Yogyakarta, Forum Komunikasi Aktifis Masjid, Majelis Mujahiddin, dan Da'i Madinahdan , Rabu (7/3/2018). Sejumlah ormas islam keberatan dengan larangan itu.

Berbeda dengan UIN SUKA, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, tidak mempermasalahkan keberadaan mahasiswi yang memakai cadar sebatas untuk menutup aurat.

Hal ini didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendidikan Islam tidak mengatur tentang hal tersebut.

“IAIN Salatiga sesungguhnya, visi kita menjadi rujukan studi Islam di Indonesia. Nah visi itu, terjemahannya adalah bahwa kita sebenarnya lebih mengedepankan pada nilai-nilai budaya Islam yang ada di Indonesia,” kata kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Salatiga, Agus Waluyo sebelum mengikuti Workshop Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Menyongsong Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul di Bandungan, Rabu (7/3/2018), sore.

“Selama itu, bisa dipahami sebagai budaya bangsa tidak ada masalah, tapi kalau cadar bahwa dipahami sebagai sebuah ideologi yang kemudian jauh dengan nilai-nilai budaya bangsa, maka tentu sebenarnya kita juga kurang sepakat,” lanjut dia.

Baginya, kalau selama mahasiswa IAIN Salatiga, memakai cadar tidak mengembangkan ideologi tertentu, sebenarnya tidak ada masalah.

Beberapa hari sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon pun menyebut pemakaian cadar bagi seorang wanita merupakan hak pribadi mereka. “Itu hak pribadi ya,” ujarnya di Gedung DPR RI, (6/3/2018).

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram