Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Marak Terjadi Kecelakaan Proyek, Komisi V DPR Akan Bentuk Panja Keselamatan Kerja

Oleh: Redaksi Bernas•9 Februari 2018
Marak Terjadi Kecelakaan Proyek, Komisi V DPR Akan Bentuk Panja Keselamatan Kerja
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Maraknya kasus kecelakaan kerja yang terjadi selama enam bulan terakhir ini membuat Komisi V DPR RI membentuk panitia kerja khusus terkait keselamatan kerja. Ba..."

🗓️ Dipublikasikan pada 9 Februari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

JAKARTA, Bernas.id ? Maraknya kasus kecelakaan kerja yang terjadi selama enam bulan terakhir ini membuat Komisi V DPR RI membentuk panitia kerja khusus terkait keselamatan kerja. Banyak proyek infrastruktur yang sedang dilakukan pemerintah tetapi sudah berulang kali terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa pekerja maupun pengendara. 

Pekan ini sudah ada dua kasus kecelakaan kerja terhadi. Peristiwa pertama adalah kecelakaan kerja pada proyek pembangunan Fasilitas Perkerataapian Manggarai-Jatinegara Double-Double Track (DDT).

Setidaknya empat orang meninggal dunia.

Selang sehari, tembok Jalan Perimeter Selatan Bandara Soetta ambruk. Dua orang penumpang dalam mobil tertimbun. Satu orang selamat dan satu orang meninggal dunia.

“Kami sudah ingatkan dalam rapat terakhir, tidak menutup kemungkinan kami akan membentuk panja khusus untuk menginvestigasi lebih jauh dan lebih dalam tentang kejadian ini,” ujar Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis, Jumat (9/2/18).

Menurutnya, di dalam Undang-undang No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sudah diatur pembentukan tim ahli serta Komite Keselamatan Konstruksi.

Keduanya bertugas jika terjadi kasus kecelakaan baik saat masih konstruksi maupun proyek sudah rampung.

Politisi Gerindra itu menambahkan DPR juga memiliki wewenang untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

“Sejauh ini tim independen yang sudah dibentuk tim independen, kejadiannya seperti apa, dan sanksinya apa yang diberikan. Itu kami akan dalami,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ua mengingatkan pemerintah tidak boleh hanya mengejar ketertinggalan sejumlah proyek infrastruktur. Namun, malah sisi keselamatan terabaikan.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram