Bernas.id ? Gedung Pentagon merupakan salah satu bangunan militer yang paling terkenal di AS. Bentuknya yang unik dan didesain menyerupai segi lima (pentagon) menjadi daya tarik utama dari bangunan yang difungsikan sebagai markas besar Departemen Pertahanan AS ini.
Karena fungsinya yang vital, maka sudah barang tentu material yang digunakan untuk membangun Pentagon haruslah material yang kuat. Namun menurut hasil studi terbaru, bahan penyusun Pentagon ternyata berasal dari mikroba yang berukuran amat kecil.
Bahan penyusun yang dimaksud adalah batu gamping oolitik, semacam mineral yang banyak digunakan sebagai bahan bangunan di seluruh dunia.
Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti asal Universitas Nasional Australia ini sendiri dimaksudkan untuk mencari tahu asal-muasal dari materi tersebut.
Batu gamping oolitik terdiri dari serpihan-serpihan berukuran amat kecil yang bernama ooid. Menurut Bob Burne yang tergabung dalam tim penelitian ini, selama ini ooid dipercaya terbentuk akibat butiran material padat yang terombang ambing di dasar lautan dan kemudian menyatu dengan material-material lainnya.
Namun hasil temuan Burne dan rekan-rekannya ini mematahkan teori tersebut. Menurut Burne, ooid aslinya terbentuk dari mikroba yang mengeras.
Batu gamping oolitik sendiri diketahui memiliki jenis yang beragam, bergantung dari lokasinya. Karena batuan tersebut ringan namun kuat, batu gamping oolitik banyak digunakan sebagai bahan penyusun bangunan.
?Oolit Mississippi yang ditemukan di Indiana di AS sudah digunakan untuk membangun bagian-bagian Pentagon di Virginia dan bagian-bagian Empire State Building di New York. Oolit Jurassic di Inggris digunakan untuk membangun Istana Buckingham… Museum Inggris, dan Katedral Santo Paul,? jelas Burne.

