JAKARTA, Bernas.id – Untuk mewaspadai cuaca ekstrem diperairan Indonesia untuk tujuh hari kedepan, Kementrian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan maklumat pelayaran.
Maklumat tersebut ditujukan kepada penyelenggaraan pelayaran mulai dari petugas, operator, maupun masyarakat pengguna kapal, dengan Nomor 12/I/DN-18 tanggal 29 Januari 2018, yang ditandatangani oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Kemenhub, Capt Jhonny R Silalahi.
“Maklumat Pelayaran tersebut memerintahkan kepada seluruh jajaran agar tetap mewaspadai adanya cuaca ekstrim dan gelombang tinggi yang masih terjadi di sebagian wilayah perairan Indonesia, khususnya dalam waktu tujuh hari ke depan,” ujar Capt. Jhonny, di Jakarta Selasa (30/01).
Langkah Kemenhub tersebut dilakukan untuk merespon pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksikan mulai tanggal 28 Januari sampai 3 Februari 2018 akan terjadi cuaca ekstrim berupa hujan lebat.
Dimana dalam pemantauan tersebut diperkirakan ketinggian gelombang pun mencapai 4,0 meter sampai dengan 7,0 meter dan hujan lebat akan terjadi perairan Selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah, Selat Bali Bagian Selatan, Selat Badung, Perairan Selat Sumbawa, Samudera Hindia Selatan NTT, Perairan Selatan Kupang-P. Rote, Laut Timor Selatan NTT, Peraiaran Kep Babar, Peraiaran Kep.
Sermata, Laut Arafuru.
Sedangkan tinggi gelombang antara 6.0 s.d 7.0 meter akan terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan Bali dan NTB.

