Berkedok Ormas Sosial, Jurus Ampuh Aliran Sesat Pikat Kaum Muda

JAKARTA, HarianBernas.com – Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) terus menuai kontroversi setelah banyak orang hilang setelah mengikuti organisasi tersebut.
Bahkan menurut pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, Gafatar merupakan hasil evolusi dari Lembaga Kerosulan, Isa Bugis, dan NII.
Menurut dia, jika melihat kebelakang, permulaan ketika munculnya Gafatar ada beberapa sejarah.
Dahulu ada beberapa organisasi sebelum munculnya NII kw 9.
Di antaranya ada lembaga kerosulan, Isa Bugis yang dicampur menjadi satu yakni NII kw 9 pimpinan Panji Gumilang.
“Itu perpaduan organisasi menjadi satu, tidak ada sholat, di mana yang mengaku rosul itu boleh meninggal dan jabatannya tetap berlangsung seperti misalnya lurah.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Itu dilaksanakan oleh Panji Gumilang, termasuk Ahmad Musadeq itu satu angkatan,” kata Ken Setiawan
Menurut dia, saat itu ketika melihat Panji Gumilang memanfaatkan wewenang, Ahmad musadeq kemudian menyingkir dan tidak mau bergabung dengan Panji Gumilang, lalu Ahmad Musadeq mendirikan gerakan bernama Al Qiyadah Al Islamiyah.
Di dalam aliran itu, Musadeq mengaku sebagai nabi baru.
Namun gerakan ini tidak bertahan lama.
Pihak kepolisian segera menangkap Ahmad Musadeq dengan tuduhan penistaan agama dan divonis 2,5 tahun penjara.
Setelah keluar dari penjara, Musadeq meninggalkan Al Qiyadah Al Islamiyah dan mendirikan perkumpulan baru dengan nama Komar (Komunitas Millah Abraham).
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolKomunitas itu menggabungkan tiga konsep ajaran agama menjadi satu yaitu Islam, Nasrani dan Yahudi.
“Komar ajarannya sama tapi beda nama dengan Al Qiyadah Al Islamiyah, Komar juga dapat penolakan dari masyarakat.
Orangnya sama, ajaran sama hanya beda nama,” ujarnya.
Setelah itu, mereka buat baru namanya Gafatar yang belajar dari pengalaman Al Qiyadah Al Islamiyah, NII, Panji Gumilang dan Komar yang mendapatkan penolakan, ternyata dengan mendirikan Gafatar mereka berhasil.
Dengan kedok organisasi masyarakat yang bergerak di bidang sosial.
Ormas bikinannya ternyata mampu menarik simpati anak muda.
“Ternyata cukup efektif, banyak masyarakat simpati dan tertarik untuk ikut bergabung dengan Gafatar ini, sehingga baru 1 bulan berdiri, Gafatar sudah ada diseluruh Indonesia, kemudian mereka mendeklarasikan diri pada 2012,” ungkapnya.
Seperti simbol Gafatar yaitu matahari yang mempunyai arti fajar sidiq, jadi sudah saatnya mereka muncul dipermukaan dan tidak perlu bergerak secara underground lagi.
Sehingga kegiatan sosial yang dilakukan mereka Itu kamuflase, mereka butuh opini publik, cari mencari simpati masyarakat.
“Jadi mereka itu dakwah, dakwah itu seperti kampanye, mencari simpati masyarakat, meninggalkan metode yang underground tadi, underground mereka begitu tersiksa, harus hati-hati mengajak korban.
Dengan organisasi lebih mudah, konsepnya, visi misinya jelas dan anak muda pasti tertarik, apalagi yang sudah biasa berorganisasi,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Gafatar muncul dengan memanfaatkan demokrasi sebagai kebebasan untuk membuat kegiatan-kegiatan yang sifatnya legal, seperti bakti sosial, kerjasama dengan Kodim, Polres dan Kesbang serta tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap punya potensi untuk memberi pengaruh.
“Setiap Kegiatannya selalu menggandeng pemerintah setempat, lalu difoto, setelah itu dimasukkan ke majalahnya, jadi seolah-olah mereka sudah disuport oleh pemerintah dan dianggap legal, biasanya didaerah mereka langsung menghadap Gubernur, Kepolda, mereka sibuk dengan audensi jadi memang secara organisasi mereka orang-orang yang hebat dalam hal lobi,” ujarnya.
Tapi di balik kegiatan itu semua, ternyata Gafatar mempunyai program yang menyimpang.
“Dengan sugesti bahwa hukum di Indonesia kacau, tidak berlandaskan Islam, maling ayam dihukum berat, koruptor di hukum ringan.
Dengan itu mereka mengajak anak muda, ini lho wadahnya perubahan yaitu Gafatar,” katanya.
Gafatar ini sebenarnya meng-copy paste kegiatan NII yang diikuti Panji Gumilng, dulu ada namanya MIM (Masyarakat Indonesia Membangun), sama persis kegiatan sosial yang dilakukan MIM, lalu MIM dititup dan munculah Gafatar ini.
“Gafatar ini ajarannya lebih komplit, jadi ada lembaga kerosulan, ada isa bugis dikomparasi menjadi satu yaitu NII dan dikomparasi lagi dari islam, nasrani, yahudi, tambah komplit,” ujarnya.
Dia juga menghimbau agar masyarakat lebih memahami ajaran agama agar tidak tergoda dengan ajakan-ajaran aliran tertentu.
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Soal Usaha Kardus di RW 08 Kapuk, Camat Cengkareng: Sudah Ditindaklanjuti dan Dilaporkan
Keluh Kesah dan Kekecewaan Nasabah Bank Danagung Terkait Pelayanan
Soal Usaha Kardus di RW 08 Kapuk, Camat Cengkareng: Sudah Ditindaklanjuti dan Dilaporkan
Keluh Kesah dan Kekecewaan Nasabah Bank Danagung Terkait Pelayanan
Jatim Gemparkan Dunia! Bromo-Tengger-Semeru Dipatok Jadi Magnet Wisata Global 2026: Strategi Revolusioner Menanti!
Gebrakan Raksasa Kesehatan Jatim! RSUD dr. Soetomo Melaju ke Era Digital, Redefinisi Pelayanan Medis Abad 21!
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di hukum
Semantic Authority Linker
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda