Bernas.id – Kita hidup dalam era digital. Kebanyakan informasi dapat dicari dalam satu genggaman tangan. Dengan adanya media sosial, komunikasi dengan orang lain sudah tidak perlu bertatap muka secara langsung, namun sudah seperti tidak berjarak.
Kegiatan semacam ini menjadi keseharian orang-orang yang hidup saat ini. sayangnya, bila sudah ketergantungan, hal ini akan sulit dihilangkan bahkan ketika liburan.
Inilah beberapa hal terkait penggunaan media sosial yang harus kita hindari, agar liburan kita lebih berkesan.
Terlalu sibuk membuat status
Seringkali kita merasa perlu membuat status ketika berada di tempat baru, entah dengan niat berbagi kebahagiaan atau sekedar memamerkan waktu liburannya kepada orang lain. Akan tetapi, beberapa orang sulit melepaskan gawainya karena terlalu sibuk memikirkan kata-kata yang pas untuk menyertai fotonya di instastory misalnya.
Sehingga ketika kawan-kawannya menikmati lingkungannya, kita hanya fokus menatap layar gawainya.
Terlalu asyik membalas komentar
Saat sudah puas membuat status baru, kelanjutannya adalah menunggu berapa like yang akan didapatkannya, Berapa orang yang sudah melihat snapgram-nya, atau kegiatan sejenisnya. Bila ada yang memberikan komentar, kita akan membalas sampai terjadi percakapan cukup panjang. Sekali lagi, saat yang lain menikmati lingkungan baru, kedua mata kita hanya fokus pada layar gawai.
Terlena membaca linimasa dan berita di dalam media sosial
Membuat status telah selesai dan semua komentar sudah dibalas.
Ketika akan menutup layar gawai, terlintas beberapa status atau caption orang lain yang menarik.
Kita urung menutup gawai dan akhirnya membaca hingga ke bawah, lalu ke bawah lagi, hingga ada status mantan kita terlihat sedang bahagia dengan pasangan barunya.
Barulah saat itu kita mau menutup layar gawai.
Intinya, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
Gunakan media kita dengan wajar, terutama saat berlibur. Boleh mengambil foto untuk status, tapi simpan dulu untuk nanti. Nikmati waktu berlibur itu dengan optimal.
Berkomunikasilah dengan alam dan orang-orang di sekitar kita, karena dunia maya tak akan pernah habis untuk dituruti.

