Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

MenLHK Siti Nurbaya : Burung Myzomela irianawidodoae, Tanda Dedikasi Ibu Negara

Oleh: Redaksi Bernas•10 Januari 2018
MenLHK Siti Nurbaya : Burung Myzomela irianawidodoae, Tanda Dedikasi Ibu Negara
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Burung Myzomela irianawidodoae adalah satwa endemik dalam famili Meliphagidae, dengan status dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990...."

🗓️ Dipublikasikan pada 10 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, Bernas.id – Spesies burung baru di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur yang ditemukan Pusat Penelitian Biologi LIPI diberi nama Myzomela irianawidodoae, berasal dari nama Ibu Negara, yaitu Iriana Widodo.

Pemberian nama ilmiah jenis burung baru tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya. 

“Pemberian nama ilmiah dengan nama Ibu Negara ini merupakan kebanggaan bagi negara Indonesia, dan pertama kali dilakukan di Indonesia,” tutur Menteri Siti Nurbaya di Manado, Kamis (11/01/2018).

Menurut Siti,  hal ini sebagai ungkapan atau bentuk penghargaan kepada Ibu Negara yang sangat memperhatikan kehidupan burung, dedikasinya dapat dijadikan teladan dan menjadi contoh dalam menyelamatkan lingkungan di Indonesia. 

Burung Myzomela irianawidodoae adalah satwa endemik dalam famili Meliphagidae, dengan status dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Mewakili Kepala LIPI, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Prof Enny Sudharmonowati, menjelaskan, penemuan jenis baru ini telah dipublikasikan tim peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI (Dr. Dewi M. Prawiradilaga dkk) dan tim peneliti dari Singapura, dalam jurnal ilmiah Treubia Volume 44, edisi Desember 2017.

Enny menyampaikan, LIPI terus melakukan eksplorasi/ekspedisi di pulau terluar atau pulau yang diduga memiliki tingkat endemisitas tinggi karena sejarah pembentukan daratan atau kejadian alam lain. “Sebanyak lebih dari 1113 jenis dan varietas baru telah dihasilkan LIPI, dan penelitian potensi pemanfaatan berkelanjutan masih terus dilakukan untuk dapat mendukung kesejahteraan bangsa Indonesia”, lanjutnya.

Kegiatan peluncuran nama jenis baru ini dilakukan seiring dengan penamaan bayi Anoa yang lahir secara alami, Anara, oleh Menteri Siti Nurbaya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Jan Darmadi, dari Dewan Pertimbangan Presiden, dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram