Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Saat Bunda Menikah Kembali Setelah Perceraian, 3 Hal Ini yang Perlu Anda Perhatikan Demi Perkembangan Positif Buah Hati Anda

Oleh: Redaksi Bernas•7 Januari 2018
Saat Bunda Menikah Kembali Setelah Perceraian, 3 Hal Ini yang Perlu Anda Perhatikan Demi Perkembangan Positif Buah Hati Anda
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Perceraian kedua orang tua bukan hal yang mudah diterima oleh seorang anak terutama saat ia berada di usia remaja Bayangan akan masa depan yang buruk..."

🗓️ Dipublikasikan pada 7 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita lifestyle terbaru →

Bernas.id ? Perceraian kedua orang tua bukan hal yang mudah diterima oleh seorang anak, terutama saat ia berada di usia remaja. Bayangan akan masa depan yang buruk membayangi hari-harinya.

Kehilangan salah satu orang tua tak dapat dihindari.

Saat Anda memutuskan untuk menikah kembali dan membangun kehidupan dengan pasangan yang baru, 3 hal ini sangat penting untuk dilakukan agar Anda tak mendapati perkembangan yang buruk pada buah hati Anda:

Tanggung jawab penuh
Pertimbangan pertama yang perlu Anda pikirkan adalah perkembangan anak-anak tak sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua sambung. Anak-anak adalah milik kedua orang tuanya, maka perlu adanya diskusi dengan mantan pasangan Anda mengenai pola pengasuhan.

Apakah semua diserahkan kepada Anda dan ia tak lagi terlibat, atau pola pengasuhan dapat dilakukan secara bergantian.

Hal ini terlepas dari hak asuh yang ditetapkan oleh pengadilan saat Anda diputuskan berpisah. Demikian pula dengan tanggung jawab finansial.

Saat pasangan baru Anda bersedia menanggung semua kebutuhan finansial Anda, perlu Anda ingat ada kewajiban untuk melibatkan mantan pasangan dalam mengambil keputusan tersebut.

Bagaimanapun Anda tak dapat menutup kesempatan bagi mantan pasangan untuk melaksanakan tanggung jawabnya terhadap sang buah hati.

Orang tua tak terganti
Kadang karena emosi, Anda lupa bahwa kedua orang tua kandung tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun setelahnya. Hal ini berlaku baik untuk keluarga besar, terlebih lagi oleh orang tua sambung.

Pasangan baru Anda menjadi pihak yang menyeimbangkan peran orang tua yang hilang dari kehidupan sang buah hati.

Jangan memaksakan buah hati Anda untuk menerima sepenuhnya pasangan baru Anda dalam hitungan yang Anda gunakan untuk diri Anda sendiri.

Biarkan peran orang tua sambung berjalan sesuai dengan penilaian buah hati Anda.

Kecanggungan-kecanggungan akan banyak terjadi diantara keduanya, biarkan hal tersebut mengalir menjadi proses penyesuaian diri bagi kedua pihak.

Jalin komunikasi dengan mantan
Tak ada gading yang tak retak, demikian pula dengan pernikahan yang akhirnya ditutup dengan perceraian. Namun, tak ada komunikasi yang tak dapat diperbaiki. kedua belah pihak, Anda dan mantan pasangan perlu menekan ego dan meminimalisir pertentangan demi perkembangan kepribadian yang sehat dari buah hati Anda. Perbaiki komunikasi yang sempat memburuk sesegera mungkin agar sang buah hati tak terlalu lama ikut terpuruk dalam permasalahan antara Anda dan mantan pasangan.

Bagaimanapun perkembangan buah hati berhak ia ketahui terlepas dari bagaimana kelanjutan perbaikan hubungan itu sendiri.

Melakukan tiga hal diatas bukan perkara mudah, terutama jika perceraian dipicu oleh masalah yang sudah terjadi bertahun-tahun. Namun, kemampuan Anda memperbaiki komunikasi dan selalu mengomunikasikan segala hal dengan pasangan yang baru dan anak remaja yang sedang membentuk jati dirinya, kan memudahkan Anda melewati masalah yang Anda hadapi.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram