Bernas.id – Ide bisnis bisa muncul dari mana saja dan kapan saja. Saat ide itu hadir dan kita dapat merealisasikannya, maka itulah yang disebut momentum.
Saat ini banyak bisnis yang bergerak di bidang jasa terlahir karena adanya ketidakmampuan orang akan bidang tertentu atau lantaran kesibukannya bahkan, kemalasan pun memunculkan bisnis-bisnis beromzet besar.
Contoh jasa renovasi rumah. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk renovasi rumah, maka muncul lah bisnis yang menyediakan jasa tersebut.
Jasa katering juga muncul karena pemesan tidak mau direpotkan untuk memasak makanan dalam jumlah banyak atau sudah terlalu sibuk mengerjakan hal lain.
Bisnis yang lahir dari kemalasan seperti jasa laundry. Dulu, hanya orang-orang yang tidak memiliki asisten rumah tangga yang memakai jasa ini karena kesibukannya. Sekarang, alih-alih untuk kepraktisan, banyak yang memakai jasa ini yang sebenarnya malas untuk nyuci sendiri.
Jasa pesan makanan juga ada karena lagi malas masak atau sedang malas ke luar rumah atau kantor. Jasa pengurusan dokumen untuk orang-orang yang ingin praktis dan tidak suka akan kerepotan birokrasi dan lain sebagainya.
Jasa antre juga sekarang ada seperti antre karcis bioskop untuk yang mau nonton, tapi malas antre atau waktunya tidak ada untuk antre.
Era digital di mana semua informasi dapat diperoleh dari internet membuat sebuah kondisi yang menginginkan segala sesuatu serba cepat dan praktis. Zamannya sekarang adalah kolaborasi. Tidak semua hal harus dikerjakan sendiri, tapi bisa didelegasikan dengan pihak ketiga.
Kejelian kitalah untuk melihat hal-hal kecil yang dapat dijadikan sebuah peluang bisnis.
Presiden Jokowi saja terkejut saat anak pertamanya lebih memilih bisnis martabak daripada meneruskan bisnis furnitur miliknya, tapi terbukti sekarang brand martabak milik anaknya nilainya 5x dari brand furnitur miliknya.
Masih banyak hal-hal kecil di sekitar kita yang bisa menjadi sebuah peluang bisnis. Selain itu, faktanya ide bisnis tidak harus yang benar-benar baru, tapi bisa bisnis yang sudah ada dikembangkan dalam bentuk yang berbeda, seperti bisnis martabak milik anak Presiden Jokowi tadi.

